POJOKSATU.id - Amerika Serikat dan Indonesia sepakat untuk membahas potensi kerja sama baterai kendaraan listrik pada Senin (13/11/2023).
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan nikel dan logam baterai kendaraan listrik lainnya antara kedua negara.
Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia.
Cadangan nikel Indonesia mencapai 21 juta ton, atau sekitar 22% dari cadangan nikel dunia.
Baca Juga: AS dan China Sepakat Larang Senjata Otonom yang Didukung AI
Sementara itu, Amerika Serikat merupakan salah satu pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Pada tahun 2022, penjualan kendaraan listrik di Amerika Serikat mencapai 6,6 juta unit.
Kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia ini dapat menjadi win-win solution bagi kedua negara.
Amerika Serikat dapat mendapatkan pasokan nikel yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik.
Sementara, Indonesia dapat meningkatkan ekspornya dan mendapatkan nilai tambah dari cadangan nikelnya.
Baca Juga: Motor Listrik China Baterai Cuma Tahan dalam Setahun, Hanya Janji Manis?
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Joe Biden pada Senin (13/11/2023) di Gedung Putih dijadwalkan akan membahas potensi kerja sama ini.
Selain nikel, kerja sama ini juga dapat mencakup logam baterai kendaraan listrik lainnya, seperti cobalt dan lithium.
Amerika Serikat juga tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan rantai pasokan baterai kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.***
