POJOKSATU.id - Pengembangan jaringan 5G di Indonesia semakin dekat. Setelah selesainya program Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022, pemerintah akan segera melelang frekuensi 700 MHz untuk 5G.
Frekuensi 700 MHz disebut-sebut sebagai frekuensi emas untuk 5G karena memiliki karakteristik yang sangat cocok untuk teknologi tersebut.
Frekuensi ini memiliki daya tembus yang baik, sehingga dapat menjangkau area yang luas dan memberikan kualitas sinyal yang stabil.
Selain itu, frekuensi 700 MHz juga memiliki biaya yang relatif rendah untuk pembangunan infrastrukturnya.
Hal ini membuat frekuensi ini menjadi pilihan yang menarik bagi operator seluler untuk menggelar layanan 5G.
Lelang frekuensi 700 MHz untuk 5G ditargetkan akan dilakukan pada tahun 2024. Pemerintah belum mengumumkan secara resmi mengenai detail lelang tersebut, termasuk harga yang akan ditetapkan.
Namun, diperkirakan harga frekuensi 700 MHz akan lebih murah dibandingkan dengan frekuensi 3,5 GHz yang saat ini menjadi frekuensi yang paling populer untuk 5G.
Dengan tersedianya frekuensi 700 MHz, maka operator seluler di Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan frekuensi untuk menggelar layanan 5G.
Baca Juga: Starlink Elon Musk Siap Gas Internet Indonesia, Nasib Operator Seluler Lokal Bagaimana?
Hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia, seperti peningkatan kecepatan internet, penurunan latensi, dan peningkatan kapasitas jaringan.
Peningkatan kecepatan internet. Jaringan 5G dapat memberikan kecepatan internet hingga 100 kali lebih cepat daripada jaringan 4G.
Hal ini akan memungkinkan masyarakat untuk menikmati layanan internet yang lebih cepat dan lancar, seperti streaming video, bermain game online, dan mengunduh file besar.***
