POJOKSATU.ID- Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan keributan di area SD Islam Pembangunan, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (4/6).
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra dan personel piket fungsi di bawah pengawasan Panit Binmas selaku Pawas IPTU Mulyono langsung menuju lokasi sekitar pukul 11.45 WIB.
"Setiap informasi yang masuk melalui layanan 110, kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. Kehadiran anggota di lapangan merupakan upaya kami untuk memastikan situasi tetap aman serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat," kata Galuh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 5/6
Baca Juga: Tak Hanya Kurangi Emisi, PT ANI Kembalikan Habitat Burung Langka di Kawasan Industri Bekasi
Berdasarkan laporan dari masyarakat, dia menyebutkan adanya sekelompok orang yang datang beramai-ramai ke lingkungan sekolah sehingga menimbulkan keresahan. Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran karena bertepatan dengan jam pulang siswa.
Menyikapi informasi tersebut, personel Polsek Pamulang segera melakukan pengecekan lokasi, menghubungi pihak pelapor, sekaligus melaksanakan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah potensi gangguan keamanan yang lebih luas.
Setibanya di lokasi, petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan pelapor dan pihak terkait serta memperketat pengamanan di sekitar area sekolah.
Baca Juga: Kurangi Emisi Global, PT ANI Pasang Panel Surya dan Bangun Budaya Hijau dari Lingkungan Kerja
Berdasarkan hasil pengecekan terkini oleh petugas di lapangan, kondisi di lokasi sekolah tersebut telah terpantau aman dan kondusif.
Sementara itu, proses negosiasi dan komunikasi antara pihak-pihak terkait dilaporkan masih berlangsung, mengingat perkara yang melibatkan kedua belah pihak itu masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Depok.
Galuh pun menegaskan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat.
Terkait pokok permasalahan yang diduga menimbulkan keributan itu, dia belum dapat menjelaskan karena dirasa bukan menjadi haknya.
"Kami tidak berhak menjawab, soalnya bukan ranah kami. Kami hanya mengamankan supaya tidak ada aksi keributan," ucap Galuh dikutip antara.
Sebelumnya, beredar sebuah video viral di media sosial Instagram melalui akun @perspektif.tng yang memperlihatkan kericuhan di sebuah wilayah di Tangerang Selatan.
Akun tersebut menuliskan sejumlah orang yang diduga dari pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggeruduk gedung aset milik Yayasan Madrasah Pembangunan di Pamulang, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Job Fair Kota Tangerang 2026 Buka Ribuan Peluang Karier, Gratis untuk Umum
"Puluhan orang tersebut memaksa masuk hingga terjadi aksi saling dorong pagar besi dengan penjaga," tulis akun tersebut.***
