POJOKSATU.id - Rumah warga di RT 06 RW 04 Serpong, Kota Tangerang Selatan, kembali terendam air lindi yang berasal dari longsoran gunungan sampah TPA Cipeucang.
Kejadian ini bukan pertama kali, dan warga mengaku semakin resah karena banjir lindi terus terjadi tanpa penanganan tuntas.
Pada Jumat (5/12/2025) malam, luapan air lindi kembali mengalir deras ke permukiman. Agus, salah satu warga terdampak, menyebut bahwa kondisi tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Viral WNI Main ‘Padel’ di Area Pemakaman Jepang, Netizen Langsung Geram Sebut Bikin Malu!
Ia bahkan mengancam akan mendirikan tenda di halaman Pemkot Tangsel jika solusi tidak juga diberikan awal pekan depan.
Warga muda terlihat bergotong-royong memindahkan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi. Kulkas, kasur, hingga lemari pakaian diangkut menggunakan gerobak demi menghindari kerusakan lebih parah.
Menurut Agus, ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, membuat pakaian dan perabot rumah tangga basah terendam.
Baca Juga: Aceh Tamiang Jadi Kawasan Bencana Total, Mualem: Hancur Dari Atas Sampai Bawah!
Posisi rumah warga yang berada sangat dekat dengan gunungan sampah membuat situasi semakin berbahaya.
“Air naiknya cepat karena aliran sungai tertutup sampah. Rumah saya sudah seperti mau tertimbun,” ujar Agus.
Keluhan serupa datang dari Utih, seorang janda yang juga tinggal di kawasan tersebut. Ia mengaku setiap malam dilanda rasa takut karena genangan air kerap naik tiba-tiba, bahkan pernah mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
Utih menyebut dirinya tak bisa tidur nyenyak karena khawatir rumahnya kembali terendam.
Ia juga menyayangkan lambatnya respons penanganan. Menurutnya, alat berat baru mulai bekerja ketika hujan sudah turun deras, padahal ancaman longsoran sampah terjadi kapan saja.
Kabar mengenai kondisi tersebut coba dikonfirmasi kepada Kepala UPTD TPA Cipeucang, Desna Gera Andika.
Namun hingga berita ini ditulis, pesan yang dikirim belum mendapatkan balasan terkait langkah solusi maupun penanganan bagi warga terdampak.
Warga berharap pemerintah segera hadir memberikan tindakan konkret agar banjir lindi tak lagi menjadi momok setiap hujan turun.***
