POJOKSATU.id - Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kembali digelar pada Jumat (21/11/2025) di Aula Puspemkot Tangsel.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Benyamin Davnie memberikan pesan keras mengenai makna jabatan dan tanggung jawab para aparatur yang baru dilantik.

Baca Juga: Banyak Peserta PPG Gugur di UKPPPG! Ini Rahasia Lolos 100 Persen yang Jarang Dibahas!

Benyamin menegaskan bahwa jabatan di pemerintahan tidak dapat diperlakukan sebagai hak milik.

Ia menekankan bahwa posisi bukan sesuatu yang dapat diminta, diusahakan, atau ditagih.

Melainkan bentuk kepercayaan yang bisa diberikan sekaligus diambil kembali kapan saja apabila kinerja tidak memenuhi harapan.

Baca Juga: Kesenjangan Gaji PPPK Mengemuka, Guru SLB Protes Hanya Dibayar Rp1,2 Juta

“Jabatan bukan hak pribadi. Itu amanah yang diberikan berdasarkan penilaian.

Kepercayaan itu bisa dicabut kapan saja,” ujar Benyamin di hadapan para pejabat yang baru menerima tugas, dikutip pojoksatu.id dari Radar Banten

Ia menjelaskan bahwa rotasi jabatan dilakukan bukan sebatas formalitas birokrasi, melainkan mekanisme untuk memperbaiki mutu pemerintahan dan memperkuat kinerja organisasi.

Baca Juga: Ancaman Revisi UU ASN! Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu Terancam Hilang dari Sistem

Karena itu, seluruh pejabat yang baru dilantik diminta langsung menyesuaikan diri tanpa menunda langkah kerja.

Benyamin mengingatkan bahwa struktur pemerintahan disusun melalui proses panjang yang melibatkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi.

Ia meminta agar para pejabat tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan.

“Biarkan kami yang menilai kinerja Anda. Jangan kecewakan upaya kami dalam menyiapkan formasi jabatan ini,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari Radar Banten

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jabatan tidak hanya berisi kewenangan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya baik manusia, anggaran, waktu, maupun peralatan operasional.

Baca Juga: BKN Bocorkan PPPK Paruh Waktu Terancam Dihapus Dari Sistem, Imbas Dari Revisi UU ASN

Menurutnya, kemampuan seorang pejabat dapat terlihat dari cara ia menyelesaikan persoalan yang muncul di unit kerjanya.

Benyamin menilai bahwa kualitas pemimpin diuji justru ketika menghadapi situasi sulit. Ia mencontohkan bahwa jabatan akan kehilangan makna apabila semua fasilitas telah tersedia secara sempurna.

“Kalau semuanya sudah nyaman, anggaran cukup, pekerjaan mudah, saya tidak butuh saudara. Justru karena ada hambatan, di situlah kepemimpinan diuji,” tuturnya, dikutip pojoksatu.id dari Radar Banten

Baca Juga: Cek Nama Kamu! Kemenparekraf Umumkan Hasil Akhir Seleksi Pemagangan Nasional 2025, Peserta Diminta Hadiri Pembekalan 24 November

Untuk itu, setelah pelantikan usai, Benyamin meminta setiap pejabat segera menjalankan tugasnya tanpa memberi celah pada kekosongan administrasi.

Ia mewajibkan penandatanganan berita acara serah terima jabatan pada hari yang sama agar proses pengusulan pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran dapat segera diproses.

“Tidak boleh ada jeda, tidak boleh ada kekosongan dalam jalannya pemerintahan,” tegas Benyamin sebelum menutup arahannya, dikutip pojoksatu.id dari Radar Banten

Baca Juga: Hasil Aksi Bupati Pasbar ke KemenPAN-RB, Usulan 2.696 Honorer Diterima dan Masuk Pembahasan Menteri

Pelantikan ini diharapkan memperkuat organisasi pemerintahan Tangsel serta memastikan roda pelayanan publik tetap berjalan efektif.***