POJOKSATU.id - Proyek strategis Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemroresan Akhir (TPA) Cipeucang.

Kini menjadi sorotan publik dan pemerintah kota.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut harus dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Baca Juga: Karlinah Istri Wapres Umar Wirahadikusumah Ternyata Masih Keluarga Menko Airlangga Hartarto

agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat dan problem sampah di kota ini tidak terus membesar.

Kamis (4 Oktober 2025) menjadi momen penting, ketika Benyamin memanggil konsorsium pemenang tender proyek PSEL, yakni PT Indoplas Tianying Energy (ITE), ke Rumah Dinas Wali Kota Serpong.

Di hadapan jajaran direksi dan komisaris dari perusahaan mitra, ia menegaskan bahwa kesiapan administratif. 

Baca Juga: Spirit Kemerdekaan di HUT TNI ke-80, Ukhuwah Batak Muslim Gelar Ziarah dan Doa Bersama

jangan hanya jadi formalitas tetapi harus diwujudkan dengan langkah nyata di lapangan. “Saya minta mereka segera konsolidasi dengan tim kita.

Kantor perwakilan di sini akan segera dibuka,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, pihak ITE memaparkan perkembangan terbaru: susunan dewan komisaris dan direksi telah lengkap.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Lantik 173 Pejabat Struktural dan Fungsional

persiapan teknis sudah disiapkan, serta rencana membuka kantor lokal di Tangsel.

Meski demikian, Benyamin mengingatkan bahwa tahapan berikutnyanegosiasi dengan investor, penandatanganan kontrak.

Hingga pelaksanaan fisikjangan sampai molor. “Saya minta mereka berkomitmen merealisasikan pembangunan dengan tepat waktu,” tegas Wali Kota.


Angin Segar” dan Tanggung Jawab Bersama

Proyek PSEL ini bukan sekadar proyek pengelolaan sampah biasa.

Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas itu akan menjadi bagian dari transformasi pengelolaan limbah di Tangsel.

Bukan hanya mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan. Benyamin menyebut ini sebagai “angin segar” bagi kota.

Baca Juga: HUT ke-25 Banten: Dari Perjuangan Rakyat Hingga Menjadi Provinsi yang Mandiri dan Maju

Namun, “angin segar” saja tidak cukup. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara Pemkot sebagai pemilik program dan pihak ketiga (BUP) harus berjalan sinergis.

Seluruh persiapan teknis dan administratif harus dijalankan dengan disiplin waktu.

Keterlambatan bisa berdampak pada kepercayaan publik, finansial proyek, serta penundaan pada manfaat yang dijanjikan.

Baca Juga: Ditagih Iuran, Sopir Angkot Bacok Bapak dan Anak

Benyamin juga meminta timnya untuk aktif mendampingi konsorsium. 

Memengaruhi percepatan proses serta memastikan tak ada hambatan birokrasi di dalam pemerintahan kota yang menghambat progres.

“Proyek ini juga menghasilkan energi listrik untuk masyarakat,” tambahnya, sebagai penekanan bahwa dampak positifnya harus segera terasa di masyarakat.

Baca Juga: Strategi Sukses Lolos CPNS 2026, Simak Lengkap Kisi-Kisi, Jumlah Soal, dan Passing Grade Terbaru

Progres Terkini & Tantangan

Sejauh ini, proyek PSEL di Cipeucang disebut masih dalam tahap progres. Kesiapan direksi perusahaan konsorsium telah dikonfirmasi.

sedangkan beberapa tahap pendukung masih dalam proses.

Namun, sejumlah tantangan tetap mengintai:

  1. Negosiasi investor asing / modal
    Meskipun sudah ada sinyal positif bahwa konsorsium sedang bernegosiasi dengan investor luar negeri. s

    Sampai kontrak investasi itu benar-benar aman dan disepakati, langkah fisik belum bisa berjalan penuh.

  2. Keselarasan regulasi dan perizinan
    Proyek sebesar ini memerlukan izin lingkungan, analisis dampak, serta sinkronisasi regulasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pemerintah pusat agar tidak terjadi hambatan legal di tengah jalan.

    Baca Juga: Dugaan Biang Kerok Air Kali di Serpong Berwarna Merah Dinas Lingkungan Tangsel Turun Tangan
  3. Kompleksitas teknis
    Mengubah sampah menjadi listrik (PSEL) melibatkan teknologi canggih, sistem pengolahan, infrastruktur distribusi listrik.

    Serta jaminan operasional berkelanjutan  semua itu memerlukan tim teknis yang kompeten dan manajemen proyek yang baik.

  4. Respons publik & sosial
    Keterlibatan masyarakat, pemahaman terhadap manfaat maupun kekhawatiran. 

     

    Baca Juga: Dugaan Biang Kerok Air Kali di Serpong Berwarna Merah Dinas Lingkungan Tangsel Turun Tangan
  5. terhadap dampak lokal (misalnya bau, emisi, lalu lintas alat berat).Harus dikelola dengan baik agar proyek diterima dengan dukungan publik.

Implikasi & Harapan

Jika pembangunan tepat waktu, manfaatnya akan sangat besar:

Namun, jika terlambat, proyek ini bisa menjadi beban sosial politik:

Kritik terhadap pemerintahan, kerugian finansial, dan hilangnya kepercayaan masyarakat.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, telah menyatakan dengan tegas bahwa pembangunan proyek PSEL harus dilaksanakan tepat waktu.

Baca Juga: Kondisi Terkini Alun-alun Kabupaten Bandung Barat, Anggaran Rp12 Miliar Malah Dijadikan Tempat Uji Nyali

Dalam panggilannya kepada konsorsium pemenang tender. 

ia meminta konsolidasi cepat, kesiapan administratif, dan disiplin teknis agar proyek tidak tersendat.

Kendati tantangan tak kecil  mulai dari pendanaan, regulasi, hingga keterlibatan masyarakat. 

Baca Juga: UIP JBT Berikan Kontribusi Peningkatan Kualitas Pendidikan di SDN Sarinagen

komitmen yang tinggi dan pengawalan ketat dari Pemkot menjadi kunci agar PSEL benarbenar bisa menjadi solusi jangka panjang untuk masalah sampah dan energi di Tangsel.

Waktu akan menjadi saksi apakah langkah ini bisa terealisasi sesuai target  untuk masa depan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.***