POJOKSATU.id - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, dijadwalkan menjenguk MH, siswa SMP Negeri 19 Tangsel yang menjadi korban kasus bullying yang sempat menghebohkan publik.

Berdasarkan informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Pilar akan mendatangi RS Fatmawati, Jakarta, tempat MH menjalani perawatan medis.

Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (11/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Banten Jadi Panutan Nasional! Strategi Cerdas Andra Soni Berhasil Tekan Angka TBC, Kemenkes Terpukau

Kedatangan orang nomor dua di Kota Tangsel itu bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi terkini korban yang masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka setelah diduga dipukul oleh teman sekelasnya berinisial R.

Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota Tangsel terhadap korban dan keluarga, sekaligus wujud keseriusan Pemkot dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan sekolah.

Pilar juga dijadwalkan berdialog dengan pihak keluarga korban dan tenaga medis yang menangani MH.

Baca Juga: Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN, Gak Perlu ke Kantor Lagi!

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, menegaskan bahwa pihaknya telah menangani kasus ini sejak awal bersama pihak sekolah dan instansi terkait.

Menurut Deden, baik korban maupun pelaku sama-sama mendapatkan pendampingan psikologis dan sosial untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik bagi keduanya.

“Kedua anak ini sama-sama perlu didampingi. Korban masih dirawat, dan kami terus memantau perkembangan kesehatannya.

Baca Juga: Kado Spesial Jelang Hari Guru Nasional, Kemenag Umumkan 101.786 Guru Madrasah dan Guru Agama Lulus PPG 2025

Sementara pelaku juga sedang dalam kondisi tertekan, sehingga pendampingan psikologis perlu dilakukan untuk mencegah dampak lebih lanjut,” ujar Deden.

Deden juga menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk memberikan layanan konseling bagi kedua siswa tersebut.

Pemkot Tangsel berkomitmen menindak tegas segala bentuk tindakan bullying di sekolah, serta memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan pengawasan di lingkungan pendidikan.

“Prinsip kami adalah perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas. Tidak boleh ada kekerasan, dalam bentuk apa pun, di sekolah,” tegas Deden.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat setelah video dugaan penganiayaan yang melibatkan dua siswa SMPN 19 Tangsel beredar di media sosial.

Baca Juga: Marsinah Akhirnya Diakui Negara! Kisah Buruh Perempuan yang Gugur Memperjuangkan Keadilan Kini Jadi Pahlawan Nasional

Pemerintah daerah berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat nilai-nilai karakter dan empati di lingkungan sekolah.

Kunjungan Wakil Wali Kota Pilar Saga diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi keluarga korban.

Sekaligus mempertegas komitmen Pemkot Tangsel dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.***