POJOKSATU.id - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menyoroti kondisi rumah hasil program bedah rumah di Gang Suka Makmur RT 08/02.
Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, yang dilaporkan mengalami kerusakan meski baru satu tahun diresmikan.
Menanggapi laporan tersebut, Pilar langsung meminta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel untuk segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap rumah tersebut.
Baca Juga: PKL Pasar Serpong Datangi DPRD Tangsel, Desak Peninjauan Ulang Kebijakan Relokasi
“(Rumah) itu harus dicek, kalau kerusakannya karena konstruksi ya harus dibenerin. Saya nanti tindak lanjuti,” ujar Pilar kepada TribunBanten.com, Selasa (11/11/2025).
Menurut Pilar, selama ini program bedah rumah yang dijalankan Pemkot Tangsel melalui Disperkimta umumnya berjalan baik dan tidak mengalami kendala berarti dalam hal kualitas bangunan.
Namun, ia menegaskan bahwa laporan kerusakan tetap harus ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional.
Baca Juga: DPRD Tangsel Bahas Raperda RTRW 2025–2045, Isu Penanganan Banjir Jadi Sorotan Utama
“Karena yang lain, saya cek ada yang penggunaannya satu tahun, dua tahun, bahkan lima tahun masih bagus,” ungkapnya.
Pilar menambahkan, pihaknya akan memastikan agar setiap rumah bantuan yang dibangun pemerintah memenuhi standar kualitas konstruksi yang memadai.
Bila ditemukan kesalahan teknis atau penggunaan material di bawah standar, Disperkimta harus segera memperbaikinya tanpa menunggu lama.
Baca Juga: Kampung Robot Tangsel Siapkan Karya Andalan untuk Bertanding ke China
“Nanti saya cek ke Dinas Perkim. Kalau memang itu rusak karena material, ya harus diperbaiki, harus dibagusin. Itu kan sesuai standar,” tegas Pilar.
Sebelumnya, berdasarkan hasil penelusuran jurnalis TribunBanten.com, rumah hasil program bedah rumah milik.
Nikma Jasmine, warga Kelurahan Serua Indah, mengalami kerusakan cukup parah meski baru setahun lebih sejak diresmikan.
Nikma mengungkapkan bahwa kerusakan mulai muncul bahkan sebelum rumah tersebut genap berusia satu tahun.
Ia menjelaskan, kebocoran pada atap dan kerusakan pada plafon menjadi masalah utama yang dialaminya.
Baca Juga: Mahludin Sicha Fasilitasi Mediasi APPP dan Pamulang Woodball untuk Akhiri Polemik ROW Pertamina
“Setahun kondisinya sudah begini. Kalau hujan, bocor. Bolongnya sudah banyak banget karena gentengnya tipis.
Plafonnya itu terbuat dari kaya kapur, jadi kalau kena air kayak busuk, berjamur,” tutur Nikma saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/11/2025).
Ia juga mengaku telah beberapa kali melapor kepada pihak kelurahan dan penanggung jawab proyek, namun upaya perbaikan yang dilakukan belum menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
Baca Juga: Rona Films Asal Ciputat Masuk Nominasi Film Terbaik di Festival Film Banten 2025
“Saya ngadu, terus dibenerin dikit. Tapi plafon kamar mandi sampai ambruk. Sudah disampaikan dari awal, terus cuma dikasih waterproof, tapi malah makin banyak bocornya,” keluhnya.
Nikma menambahkan, ia juga sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada lurah setempat, namun belum mendapatkan respons yang memuaskan.
“Sudah ngomong ke Bu Lurah, tapi enggak datang, cuma bilang ‘oh kirain ambruk,’” ujarnya.
Baca Juga: Negara Rugi Miliaran Rupiah, Perumda Pembangunan Sarana Jaya Diadukan ke DPRD DKI Jakarta
Langkah cepat dari Pilar Saga Ichsan ini diharapkan dapat memastikan program bedah rumah tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.
Yaitu memberikan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi warga berpenghasilan rendah di Tangerang Selatan.
Dengan tindak lanjut yang tegas dan terarah, Pemkot Tangsel diharapkan mampu memperbaiki kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program bantuan perumahan yang menyentuh langsung kehidupan warga kecil.***
