POJOKSATU.id - Upaya pemberantasan perdagangan manusia kembali mendapat sorotan serius setelah Wakil Bupati (Wabup) Tangerang,
Intan Nurul Hikmah, menyerukan kolaborasi lintas organisasi dan komunitas untuk memperkuat perlindungan bagi warga. Seruan tersebut disampaikannya saat membuka seminar bertema.
“Perdagangan Manusia di Sekitar Kita, Sebuah Ancaman Keamanan Manusia” yang digelar Lembaga Ruang Aman dan Lentera Perempuan di GSG Kecamatan Cikupa, Selasa (09/12/25).
Baca Juga: TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Besi Penghubung Karawang–Bogor
Dalam forum yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, Wabup Intan menekankan bahwa pencegahan perdagangan manusia membutuhkan gerakan bersama dan keberanian untuk tidak tutup mata.
"Saya menyambut baik kegiatan dialog ini dan mengajak semua untuk mengambil peran, stop bungkam.
Kuatkan komitmen bersama ciptakan Kabupaten Tangerang yang aman, ramah, dan manusiawi bagi semua," ujar Wabup Intan, dikutip pojoskatu.id dari Tangerangkab.go.id
Baca Juga: Harta AKBP William Terbongkar! Rp 1,05 M Meski Diduga Tagih Setoran dan Potong Anggaran
Ia menjelaskan bahwa praktik perdagangan manusia merupakan kejahatan yang menghancurkan kehidupan korban dalam banyak aspek.
\Kejahatan itu, kata dia, kerap terjadi di sekitar lingkungan masyarakat tanpa disadari.
"Menurut dia, perdagangan manusia adalah kejahatan yang merampas kemerdekaan seseorang: merampas tubuhnya, merampas haknya, merampas masa depan.
Dan yang paling menyakitkan sering kali kejahatan ini terjadi begitu dekat, di sekitar lingkungan kita," ucapnya
Wabup Intan juga menyoroti bahwa banyak korban berasal dari lingkungan terdekat dan rentan terperangkap dalam eksploitasi karena berbagai faktor.
"Banyak dari mereka yang menjadi korban bukanlah orang jauh, mereka bisa saja anak tetangga kita, keponakan kita.
Saudara kita, atau anak-anak muda yang berharap hidup lebih baik tetapi justru terseret dalam jeratan eksploitasi," ungkapnya
Ia menambahkan bahwa tema seminar tersebut tidak hanya menjadi pengingat, tetapi juga pendorong kesadaran untuk lebih peka terhadap berbagai bentuk eksploitasi yang mengancam martabat manusia.
Baca Juga: GPM Tekan Harga Pangan Hingga Rp4 Ribu per Kg, Pasokan Beras di Karawang Aman
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, terus mengembangkan layanan perlindungan.
Memperkuat sistem pengaduan, dan memperluas pendampingan bagi korban. Namun, keberhasilan program tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
"Peran masyarakat adalah kunci. Kita perlu mata untuk melihat tanda-tanda bahaya, telinga untuk mendengar keluh yang tertahan, dan hati untuk peduli serta tidak menutup mata ketika melihat potensi eksploitasi.
Baca Juga: Taspen Luncurkan Layanan Akses Informasi Publik untuk Pensiunan PNS, Cukup Satu Klik
Tidak boleh ada satu pun warga kita yang menjadi komoditas," serunya
Sementara itu, inisiator Lentera Perempuan, Siska Marini, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember 2025.
Menurut Siska, kegiatan ini lahir dari keprihatinan melihat maraknya kekerasan yang bisa menimpa siapa saja. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat solidaritas seluruh pihak.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pengendalian Harga Beras SPHP Salurkan 4.634 Ton di Papua Raya
"Kegiatan ini timbul dari keresahan dan kegelisahan kami karena kekerasan itu bisa terjadi dimana saja dan kepada siapa saja.
Kekerasan karena perdagangan manusia merampas martabat manusia," ungkap Siska,
"Semua harus bergerak saat martabat manusia dirampas.Melaui kegiatan ini, semoga dukungan dan solidaritas semua pihak semakin kuat dan bersama-sama kita lawan perdagangan manusia dan segala bentuk kekerasan.
Khususnya terhadap perempuan dan anak-anak," pungkasnya***
