POJOKSATU.id - Jagat maya kembali dihebohkan dengan sebuah video viral dari Tangerang Selatan.

Kali ini, seorang driver ojek online (ojol) terekam kamera warga tengah meluapkan amarahnya setelah order yang sudah ia ambil dibatalkan sepihak oleh pelanggan.

Video berdurasi 2 menit 17 detik itu sontak memancing reaksi beragam dari netizen, mulai dari simpati hingga komentar kocak yang bikin geleng kepala.

Baca Juga: Jago Merah Mengamuk, Dalam 2 Hari berturut-turut Peristiwa Kebakaran Terjadi di Tangerang Selatan 


Kronologi Kejadian

Insiden ini terjadi pada Selasa malam (30/9/2025) di kawasan Pamulang, Tangsel.

Menurut keterangan warga sekitar, sang driver ojol awalnya terlihat menunggu cukup lama di pinggir jalan sambil memegang plastik berisi makanan dari salah satu resto cepat saji.

Tak lama kemudian, ia tampak mendapat notifikasi pembatalan order. Dari situlah emosi sang driver meledak.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Buka Suara Terkait Penjarahan di Rumahnya di Bintaro Tangsel

Dalam video yang diunggah oleh akun @TangselHits di Instagram, driver ojol itu terlihat berteriak:

"Udah nunggu sejam, makanan udah kebeli, eh dibatalin juga! Mana duit gue balikinnya, hah?." ujar ojol

Ekspresi kecewa bercampur marahnya membuat banyak pengguna jalan menoleh. Beberapa pengendara bahkan ikut merekam momen tersebut dari arah seberang jalan.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN! Siswi MTsN 1 Tangsel Sabet Emas Taekwondo Internasional, Jadi Kado Manis di HUT RI ke-80


Reaksi Netizen

Unggahan video itu langsung dibanjiri komentar warganet. Hingga berita ini ditulis, video tersebut sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dengan ribuan komentar pedas sekaligus menghibur.

Seorang netizen berkomentar:

“Kasihan abang ojol, udah capek-capek nunggu malah dibatalin. Semoga rezekinya dilipatgandakan ????.” 

Baca Juga: Dinas Pendidikan Tangsel soal Sanksi Kepsek SDN Ciledug Barat dalam Kasus Pungli: Disesuaikan Kesalahannya

Ada juga yang menuliskan dengan nada bercanda:

"Untung abang ojol bukan Thanos, kalau marah bisa bubarin setengah Tangsel." komentar netizen

Tak sedikit pula yang menyalahkan sistem aplikasi yang dinilai masih memberi ruang pelanggan untuk seenaknya membatalkan pesanan tanpa konsekuensi yang jelas.

Baca Juga: DPRD Tangerang Selatan Desak Pencopotan Kepsek SDN Ciledug Barat Imbas Kasus Pungli


Pihak Aplikasi Angkat Bicara

Menanggapi kasus ini, pihak manajemen aplikasi ojol terkait akhirnya buka suara, dalam pernyataan resminya.

Mereka menegaskan bahwa setiap pembatalan order akan tetap melalui sistem kompensasi tertentu.

“Kami sudah menelusuri kasus ini. Driver akan mendapatkan penggantian sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Profil Riza Patria Mundur dari Pilwakot Tangerang Selatan, Dapat Tugas Khusus dari Gerindra

Kami juga mengimbau pelanggan agar tidak melakukan pembatalan sepihak, kecuali dalam keadaan mendesak,” ujar Head of Communication perusahaan tersebut.

Meski begitu, pernyataan itu tetap menuai kritik. Banyak yang menilai kompensasi yang diberikan perusahaan tidak sebanding dengan kerugian waktu dan tenaga para driver.


Pandangan Pakar Sosial

Seorang sosiolog dari Universitas Pamulang, Dr. Anwar Syamsuddin, menilai kasus ini mencerminkan problem klasik dalam hubungan kerja digital.

Baca Juga: Sharing Knowledge, My Pertamina Goes To School Hadir Lagi di Tangerang Selatan

Menurutnya, fenomena ojol marah karena order dibatalkan bukan hanya sekadar persoalan emosional, melainkan soal keadilan digital.

“Ketika ada pihak yang terlalu diuntungkan dalam sistem, entah pelanggan atau perusahaan, maka akan lahir ketimpangan.

Kasus ini adalah bentuk ekspresi frustrasi karena ojol merasa diperlakukan tidak adil,” jelas Anwar.

Baca Juga: Polemik Harga Pagu Porsi, Dapur MBG Panakkukang Makassar Ditutup SementaraBaca Juga: Polemik Harga Pagu Porsi, Dapur MBG Panakkukang Makassar Ditutup Sementara


Fenomena Ojol Viral

Bukan sekali ini saja kisah ojol viral di Tangsel. Sebelumnya, warganet juga dihebohkan dengan video driver ojol yang nekat menerobos banjir demi mengantarkan pesanan.

Ada pula kisah menyentuh ketika seorang driver memberikan makanan pesanannya kepada tunawisma karena pelanggan tak kunjung datang.

Fenomena ini menunjukkan betapa keseharian ojol sering menjadi potret nyata dinamika sosial perkotaan.

Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Tarif Listrik Tetap Terjangkau Sepanjang 2025

Mulai dari drama, tragedi, hingga aksi heroik, semua bisa terekam dan langsung viral di medsos.


Respon Warga Tangsel

Tim Pojok Satu juga menelusuri langsung ke lokasi kejadian. Beberapa warga yang sempat menyaksikan mengaku kaget dengan ledakan emosi sang driver.

“Dia tuh biasanya suka nongkrong di sini. Orangnya ramah kok. Cuma kemarin itu kayaknya udah habis kesabaran, jadi marah besar,” kata Rudi, seorang pedagang kopi di dekat TKP.

Baca Juga: Jadi Anggota DPRD Muda di Riau, Putri Sulung Eks Bupati Rokan Hilir Jarang Hadir dalam Rapat, tapi Gaji dan Tunjangan Lancar

Menurut warga lain, kasus pembatalan sepihak memang sering terjadi.

Bahkan, beberapa kali ada driver yang akhirnya menjual kembali makanan pesanan pelanggan dengan harga murah hanya untuk menutup kerugian.


Potensi Aturan Baru

Pemerhati transportasi online, Laila Rahmawati, menilai sudah saatnya pemerintah turun tangan untuk menata regulasi.

Baca Juga: Pelaku Rokok Lokal Madura Desak Menkeu Libatkan UMKM dalam Penentuan Cukai

“Selama ini aturan hanya fokus ke teknis transportasi. Padahal hubungan tripartit antara aplikasi, driver, dan konsumen butuh regulasi lebih jelas agar tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Ia mengusulkan adanya sistem penalti bagi pelanggan yang sering membatalkan order.

Baca Juga: Lanal Cirebon dan Kejari Gelar Baksos di Pesisir Gebang, Tebar Kepedulian di HUT TNI & Kejaksaan ke-80

“Kalau driver telat kena penalti, seharusnya pelanggan juga ada konsekuensinya. Minimal denda kecil atau pembatasan akun,” tambahnya.


Simpati Mengalir

Meski marah, banyak netizen justru bersimpati kepada sang driver.

Beberapa komunitas ojol di Tangsel bahkan berencana menggalang donasi kecil-kecilan untuk membantu rekannya itu.

Baca Juga: Gugatan Pra Peradilan Arukki ke Kejaksaan Ditolak, Bukti Hukum Silfester Matutina Tidak Bisa Dieksekusi

“Solidaritas itu penting. Kita semua pernah ngalamin order dibatalin. Jadi jangan biarin temen kita berjuang sendirian,” ujar Andi, koordinator komunitas Ojol Tangsel Bersatu.

Kasus viral ini seakan menjadi pengingat bahwa di balik layar smartphone, ada manusia nyata yang bekerja keras demi sesuap nasi.

Satu klik pembatalan bisa berarti hilangnya waktu, tenaga, bahkan rezeki.

Baca Juga: Ekspor Sarang Burung Walet Menurun, Akibat Barantin Kurang Peduli, ARPG Minta Komisi IV Lakukan Pengawasan

Warganet kini menunggu langkah tegas dari perusahaan aplikasi. Apakah kasus ini hanya akan jadi viral sesaat, atau benar-benar membuka jalan perubahan sistem yang lebih adil bagi para driver ojol?

Yang jelas, Tangsel kembali membuktikan diri sebagai salah satu “gudang viral” di jagat maya.***