POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam melawan segala bentuk kekerasan berbasis gender melalui peringatan.

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang digelar di Lapangan Puspemkot Tangsel, Senin (1/12/2025).

Apel bersama ini dipimpin langsung oleh Kepala DP3AP2KB Tangsel, Cahyadi, dan dihadiri jajaran perangkat daerah serta perwakilan berbagai komunitas.

Baca Juga: KLJ, KAJ, dan KPDJ Cair 21–25 Desember, Ini Syarat dan Cara Pencairan untuk Warga Jakarta

Dalam arahannya, Cahyadi menyoroti meningkatnya kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak sepanjang tahun 2025, yang menurutnya harus menjadi alarm bagi semua pihak.

“Belakangan ini kita disuguhi banyak kabar yang menyedihkan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Situasi ini harus menjadi dorongan bagi kita semua untuk mulai melakukan pencegahan, minimal di lingkungan keluarga,” ujarnya, dikutip pojoksatu.id dari tangerangselatankota.go.d 

Baca Juga: PKH Tahap 4 Cair 1–10 Desember 2025, Ini yang Harus Diketahui Penerima di Desil 1 dan Desil 2

Data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak mencatat hingga akhir November 2025 terdapat 365 kasus yang telah ditangani.

Hampir separuh korban adalah anak, dengan kekerasan seksual sebagai jenis aduan yang paling banyak ditemukan.

Tren ini sejalan dengan meningkatnya laporan media tentang kasus serupa di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga: Curhatan Warga Korban Banjir Tapteng Viral, Toko Swalannya Dijarah Perampok, Laptop dan Celengan Dicuri, Laporan Polisi Ditolak

Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan juga menjadi bagian dari rangkaian kampanye internasional 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence yang berlangsung setiap 25 November hingga 8 Desember.

Di Tangsel, kampanye ini diisi berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan penguatan kelompok masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan.

Cahyadi menegaskan bahwa kesadaran publik menjadi elemen paling penting. Ia mengajak setiap keluarga hingga lingkungan RT/RW untuk lebih peduli terhadap keamanan perempuan dan anak.

“Ayo kita jaga sekitar kita. Mulai dari anak-anak di rumah, sekolah, dan lingkungan. Semua punya peran untuk memastikan mereka aman,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari tangerangselatankota.go.d 

Ia juga meminta seluruh OPD hingga kecamatan dan kelurahan mengambil peran aktif dalam menyebarkan informasi. 

Baca Juga: Gila! KDM Ungkap Hutan Jabar Tinggal 20 Persen, Solusinya Warga Dibayar Rp50 Ribu per Hari, Suruh Ngapain?

Memperluas edukasi, serta memastikan masyarakat memahami cara melapor maupun mencari bantuan ketika menghadapi risiko kekerasan.

Melalui momentum ini, Pemkot Tangsel berharap gerakan perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai kesadaran bersama yang terus dijaga.***