POJOKSATU.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Menggelar evaluasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. 

Evaluasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah SD dan SMP, Kementerian Agama, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Komisi II DPRD, hingga Inspektorat, Rabu (1/10). 

Baca Juga: Atap Kelas SMAN 14 Ambrol, Gubernur Andra Soni Turun Tangan

Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, menyampaikan.

Bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan baik sekaligus menyiapkan perbaikan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Semua pihak ikut mengevaluasi jalannya SPMB.

Baca Juga: WADUH! Ada Kategori Guru yang Dipastikan Pencairan TPG Triwulan III Tidak Bisa Segera Dilakukan! CEK Apakah Kamu Termasuk!

Ada beberapa catatan penting yang akan menjadi bahan perbaikan ke depan,” ujar Deden saat dijumpai di SMPN 6 Kota Tangsel, Kamis (2/10). 

Salah satu catatan utama, lanjutnya, adalah soal sosialisasi informasi kepada masyarakat.

Meski Dindikbud sudah melakukan sosialisasi di setiap kecamatan dengan melibatkan kepala sekolah, namun masih ada warga yang belum menerima informasi secara utuh.

Baca Juga: Ternyata Ini Pabrik Pertama di Karawang, Industri yang Merubah Wajah Daerah Agraris Jadi Pusat Manufaktur

“Ke depan, sosialisasi harus lebih awal, lebih masif, dan lebih luas jangkauannya. Termasuk dengan memaksimalkan media sosial agar orang tua tidak kebingungan,” ungkapnya. 

Deden menambahkan, dari sisi komunikasi, pelaksanaan SPMB tahun ini dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya. 

“Setiap tahun selalu kami evaluasi, dan hasilnya kami perbaiki untuk tahun berikutnya,” katanya.

Selain persoalan sosialisasi, daya tampung SMP Negeri juga menjadi perhatian serius.

Baca Juga: Komisi I Angkat Topi untuk Wali Kota, Pecat ASN Jadi Bukti Ketegasan

Menurut Deden, jumlah SMP Negeri di tiap kecamatan masih belum merata.

“Ada kecamatan yang punya lima SMP Negeri, ada yang tiga, ada yang dua. Ini jadi bahan perencanaan ke depan.

Pemkot sudah merencanakan pembangunan tujuh SMP baru dalam lima tahun masa kepemimpinan Pak Wali. Harapannya akses pendidikan semakin merata,” jelasnya.

Baca Juga: Buruh Tuntut Kenaikan, Kemnaker Pastikan UMP 2026 Tetap Umum 21 November

Terkait sistem penerimaan, Deden menyebut pihaknya masih menunggu kebijakan resmi dari Kementerian Pendidikan.

Salah satu wacana yang muncul adalah jalur prestasi yang tidak hanya berdasarkan nilai rapor, tetapi juga melalui tes kemampuan akademik.

“Itu baru pernyataan Pak Menteri, kami masih menunggu kepastian,” ujarnya.

Baca Juga: Info GTK Tak Kunjung Valid karena Terjebak di Kode 02, Berapa Lama Bisa Berubah ke Kode 16? Simak Penjelasannya!

Sementara untuk sistem online, Deden memastikan pelaksanaan tahun ini berjalan lancar tanpa kendala teknis. 

“Alhamdulillah tidak ada komplain. Jauh-jauh hari kami sudah berkoordinasi dengan Diskominfo, dan dukungan mereka luar biasa.

Sampai saat ini tidak ada masalah jaringan,” pungkasnya.***