POJOKSATU.id, JAKARTA-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan berjanji akan menuntaskan permasalahan sengketa lahan SDN Lengkong Karya yang tertutup tembok beton sejak Sabtu (15/7/2023).

Untuk itu, Disdikbud Tangsel akan menganggarkan biaya pembebasan lahan kepada pemilik lahan di depan gerbang Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lengkong Karya. Namun, realisasi itu akan dilakukan setelah menunggu pembayaran APBD perubahan.

"Karena saat ini kami nunggu APBD perubahan, nggak bisa hari ini, dari mekanisme APBD begitu. Selagi menunggu, kita bikin kesepakatan dengan pemilik lahan dan sudah dibuat perjanjian. Artinya bahwa itu akan kita bayar dan mereka sepakat," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Deden Deni kepada wartawan, Rabu (19/7/2023).

Baca Juga: Sempat Pulangkan Tersangka KDRT hingga Viral, Kapolres Tangsel Minta Maaf

Deden menambahkan, saat ini pihaknya juga telah membuat perjanjian resmi dengan warga pemilik lahan terkait waktu pembayaran agar polemik ini selesai. Dia berjanji biaya pembebasan lahan itu pasti akan dibayar.

"Kemarin kita bikin, yang punya tanah kan minta hitam di atas putih. Kita bikin pernyataan bahwa kita akan membayar, di APBD perubahan, dan pasti akan dibayar, sudah kami sepakati. Gitu aja, tinggal nunggu itu aja, udah enggak ada masalah kok," sebutnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Asman (55), mengatakan akses gerbang sekolah ditembok beton karena warga pemilik lahan kesal dengan sikal Pemkot Tangsel. Pemkot Tangsel dinilai hanya berjanji namun belum membayar biaya pembebasan lahan yang sudah ditagih sejak 2015.

Baca Juga: KJA Di Bendungan Cirata Overload Perlu Di Rasionalisasi, Biar Ramah Lingkungan Tidak Merusak Sumber Air

"Iya masalah pembebasan lahan belum dibayar, sama yang beberapa meter ini yang belom dibayar. Masalahnya mah itu aja, nggak ada selain itu," ungkap Asman yang menjabat ketua RT 02 RW 04.

Asman mengungkapkan, pemilik lahan dan pihak pemkot telah berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah ini sejak kemarin. Namun, untuk biaya pembebasan lahan memang membutuhkan waktu.

"Cuman untuk menindaklanjuti masalah pembayaran karena Pemkot itu sudah ada mekanisme tersendiri, jadi bukan seperti kita pribadi. Diajuin sekarang kalau pribadi kita cocok sudah beres, tapi kan kalau pemda perlu pengajuan perlu apa perlu begitu," sebutnya.

"Jadi mungkin barangkali sebulan dua bulan bisa menyelesaikan ini gitu," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo, Cak Imin hingga Airlangga Bakal Bertemu Megawati, PPP Duga Sinyal Dukung Ganjar Pranowo

Asman juga berjanji, jika pembebasan lahan rampung ditindaklanjuti Pemkot Tangsel, pemilik lahan bersedia membongkar tembok beton yang terpasang. Dirinya juga berharap penyelesaian masalah ini tidak sampai berbulan-bulan.

"Kalau untuk masalah itu (pembayaran) semua udah rapih, udah setuju (dibongkar). Mau pemilik sudah ada, sudah beres, pihak pemda," ungkapnya. ***