POJOKSATU.id - Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga nilai, marwah pesantren, serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kami bersaksi bahwa pesantren tak pernah luntur memelihara jiwa patriotisme untuk memperjuangkan kepentingan bangsa."
demikian bunyi petisi yang dibacakan dan ditandatangani di Santri Land Festival 2025 di Alun-Alun Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (19/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa santri memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di berbagai sektor strategis lainnya.
“Ke depan, santri-santri harus didorong untuk bisa berinovasi, bukan hanya di bidang keagamaan, tapi juga di bidang entrepreneurship, digitalisasi, kepemudaan, seni, dan lain sebagainya.Potensi santri sangat luar biasa,” kata Pilar.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Santri Land Festival 2025, yang turut menggelar Salat Gaib dan doa bersama bagi 63 santri Pondok Pesantren Al Khoziny.
Baca Juga: Polisi Ungkap 15 Menit Sebelum Lompat dari Gedung, Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Terlihat Panik
Korban insiden keruntuhan masjid di Sidoarjo. Pilar menyebut kegiatan tersebut mencerminkan nilai solidaritas umat Islam terhadap sesama.
“Agenda Salat Gaib dan doa bersama ini bentuk solidaritas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Sekecil apa pun tragedi, baik di Sidoarjo maupun di Palestina, adalah tanggung jawab moral kita untuk selalu mendoakan,” ujarnya.
Baca Juga: 9 Siswa Sekolah Rakyat di Tangsel Mundur, Mensos Pastikan Segera Ada Pengganti
Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Tangerang Selatan, Aditia Warman, mengatakan aksi petisi dan doa bersama tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral santri terhadap bangsa.
“Melalui acara ini, mulai dari parade karnaval, Salat Gaib, hingga tanda tangan petisi. Kami ingin menunjukkan tanggung jawab kami kepada negeri ini,” ujar Aditia.***
