POJOKSATU.id - Aksi kejahatan dengan modus ganjal kartu ATM kembali marak di sejumlah wilayah.
Kali ini, Polsek Ciputat Timur berhasil menggagalkan sepak terjang empat pelaku asal Sumatera Selatan dan Lampung yang nekat beraksi di wilayah Tangerang Selatan, Tangerang, hingga Jakarta.
Empat pria itu kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap tangan oleh Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur
Baca Juga: KAI Ganti Jembatan Rel, Jalan Bintaro 3 Tangsel Ditutup Sementara Malam Ini
Aksi mereka yang tampak “biasa” di depan mesin ATM rupanya menyimpan kelicikan yang terencana.
Dengan modus mengganjal lubang kartu, mereka berpura-pura membantu korban yang kebingungan, hingga akhirnya mengetahui nomor PIN korban dan menguras isi rekeningnya.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa keempat pelaku sudah menjadi incaran petugas sejak beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Lomba Pramuka di Telagasari Karawang Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembinaan Karakter
Polisi menerima laporan dari masyarakat yang mengaku kehilangan saldo secara misterius setelah menggunakan ATM di beberapa lokasi di Ciputat Timur.
“Keempat pelaku berhasil ditangkap setelah beraksi di salah satu mesin ATM di wilayah Ciputat Timur. Modusnya dengan mengganjal slot kartu ATM korban, lalu berpura-pura membantu seolah-olah mesin error.
Saat korban lengah, pelaku mengintip PIN dan mengganti kartu dengan kartu palsu,” ujar Bambang kepada Beritatangselcom, Sabtu (18/10/2025).
Baca Juga: Mobil Istri Pimred Stasiun Televisi Lokal Terlibat Kecelakaan di Cibubur, 4 Penumpang Luka-luka
Aksi Terencana, Targetnya Warga Tak Curiga
Aksi para pelaku tak dilakukan secara spontan. Dari hasil penyelidikan, mereka sudah memantau lokasi ATM yang sepi dan jauh dari pengawasan petugas keamanan.
Biasanya mereka beraksi pada malam hari atau pagi buta, saat nasabah minim aktivitas.
Begitu ada calon korban datang, satu pelaku berpura-pura ikut antre. Saat korban memasukkan kartu dan gagal transaksi karena ganjalan, pelaku lain datang dengan ramah, pura-pura membantu.
Di situlah jebakan dimulai. Dengan dalih membantu, pelaku memperhatikan dengan seksama nomor PIN yang ditekan korban.
Setelah itu, mereka mengalihkan perhatian dan menukar kartu ATM asli dengan kartu lain yang sudah disiapkan.
Baca Juga: TKD Terpangkas, Fiskal Tertekan, Pemkab Bogor Siapkan Jurus Efisiensi dan Reformasi Kelembagaan
Tak butuh waktu lama, saldo korban pun terkuras habis di mesin ATM lain. Dalam beberapa jam, rekening para korban mendadak kosong, dan baru sadar ketika melihat notifikasi transaksi mencurigakan.
“Kerugian total para korban mencapai Rp 73 juta,” ungkap Bambang. “Kami menemukan 18 kartu ATM dari berbagai bank, uang tunai, handphone, kendaraan, dan alat hisap sabu saat melakukan penangkapan.
Ini membuktikan bahwa para pelaku juga kerap berpindah-pindah wilayah dan beraksi lebih dari sekali.”
Baca Juga: Mulai 20 Oktober, 20 Ribu Anak Muda Siap Magang Nasional, Batch Kedua Segera Menyusul!
Penangkapan Dramatis di Ciputat Timur
Penangkapan keempat pelaku berlangsung cukup menegangkan. Setelah mengantongi laporan dan rekaman CCTV dari beberapa lokasi ATM, tim Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur melakukan penyelidikan mendalam.
Polisi berhasil melacak pergerakan para pelaku yang sering berganti kendaraan untuk mengelabui petugas.
Akhirnya, pada Sabtu dini hari, petugas berhasil membekuk para pelaku di sekitar kawasan Pisangan, Ciputat Timur.
Baca Juga: Kemitraan Strategis Indonesia - Prancis untuk Stabilitás Indo - Pasifik
Mereka sempat mencoba kabur, namun dengan sigap petugas langsung mengepung lokasi dan meringkus seluruh pelaku tanpa perlawanan berarti.
“Para pelaku sempat panik ketika menyadari ada polisi yang membuntuti. Namun petugas yang sudah siaga berhasil mengamankan mereka beserta barang bukti,” terang Kompol Bambang.
Dari ATM ke Sabu: Gaya Hidup Para Pelaku
Menariknya, dalam penggeledahan, polisi juga menemukan alat hisap sabu. Diduga, sebagian hasil kejahatan digunakan untuk membeli narkoba.
Hal ini menunjukkan bahwa jaringan ganjal ATM ini bukan sekadar kriminal ekonomi, tapi juga terkait penyalahgunaan narkotika.
“Ini bukan hanya soal pencurian saldo masyarakat. Ini sudah mengarah pada perilaku hidup yang berisiko dan kriminal berlapis,” tegas Bambang.
Menurut keterangan sementara, empat pelaku mengaku telah beraksi di lebih dari lima lokasi berbeda di wilayah Tangsel, Tangerang, dan Jakarta.
Baca Juga: Nilai Rapor 90 Bisa Masuk Jurusan Apa? Ini Daftar Jurusan Favorit SNBP 2026 di UPI dan UM
Mereka mengincar korban yang terlihat panik atau tidak terbiasa menggunakan mesin ATM. “Biasanya yang jadi korban ibu-ibu atau orang lanjut usia yang datang sendirian,” tambahnya.***
