POJOKSATU.id - Dua dekade lalu, banyak orang mungkin belum melirik Tangerang Selatan sebagai kota yang menarik untuk disinggahi.

Kawasan ini identik dengan perumahan baru, jalan tanah yang masih berdebu, dan ruang hijau yang sepi pengunjung.

Namun, siapa sangka, dalam waktu relatif singkat, Tangsel menjelma menjadi salah satu kota paling berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Polres Karawang Amankan Pelaku Curanmor yang Nyaris Diamuk Massa di Tirtajaya

tempat di mana modernitas dan kehidupan urban bertemu dengan karakter masyarakat yang dinamis.


Dari Wilayah Penyangga Menjadi Kota Mandiri

Tangerang Selatan resmi berdiri sebagai daerah otonom pada 29 Oktober 2008, setelah dimekarkan dari Kabupaten Tangerang.

Saat itu, banyak pihak memandang Tangsel hanya sebagai “wilayah penyangga” Jakarta tempat tinggal bagi pekerja yang mencari udara lebih segar dan harga rumah lebih terjangkau.

Baca Juga: Kementan Perkuat Pendamping Brigade Pangan di Kaltim

Namun seiring waktu, kota ini tumbuh dengan identitasnya sendiri.

Enam kecamatan (Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Pondok Aren) menjadi motor utama pembangunan.

Infrastruktur terus digenjot, pusat bisnis bermunculan, dan investasi datang silih berganti.

Baca Juga: Senyum Para Guru Setelah Penantian Panjang TPG TW3 2025

Kini, Tangsel bukan lagi hanya tempat tidur para komuter, melainkan pusat aktivitas ekonomi baru di Jabodetabek.

Pusat Bisnis Baru di Barat Jakarta

Coba lihat BSD City, Bintaro Jaya, atau Alam Sutera—tiga kawasan yang kini jadi simbol urban modern.

BSD, misalnya, berkembang menjadi kota mandiri dengan konsep “smart city” yang mengedepankan teknologi, ruang publik, dan kemudahan mobilitas.

Jalan-jalan lebar, taman tertata, hingga pusat komersial megah seperti AEON Mall, The Breeze, dan QBig BSD City menjadikan kawasan ini magnet bagi warga urban muda.

Sementara di Bintaro, geliat bisnis dan gaya hidup tak kalah pesat.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru TW3 2025 Mulai Cair di Sejumlah Daerah, CEK Wilayah MU!

Kawasan ini menjadi pilihan utama bagi kalangan profesional muda dan keluarga yang ingin tinggal dekat Jakarta, tapi tanpa kemacetan ekstrem ibu kota.

Di sana, sederet kafe, co-working space, dan restoran tematik tumbuh di setiap sudut jalan, membentuk ekosistem urban yang hidup.

Alam Sutera pun ikut melengkapi pesona Tangsel.Dengan perencanaan kota yang rapi dan ruang terbuka hijau yang luas, kawasan ini tak hanya menjadi tempat tinggal mewah, tapi juga pusat gaya hidup dan inovasi.

Baca Juga: Dari Kebun Santri ke Air Minum Layak: Dedikasi Pertamina Regional JBB Wujudkan Ketahanan Lingkungan

Kampus, perusahaan startup, hingga pusat belanja premium seperti Living World menegaskan bahwa Tangsel adalah kota yang berdenyut cepat.

Kemajuan Infrastruktur, Jalan Menuju Kota Pintar

Perkembangan Tangsel tak bisa lepas dari perbaikan infrastruktur yang massif.

Jalan tol Serpong–BSD, Kunciran–Serpong, hingga akses langsung ke Bandara Soekarno-Hatta memperlancar mobilitas warga dan arus logistik.

Baca Juga: Sosok KH Abdus Salam Mujib, Pengasuh Ponpes Al Khoziny Sebut Sudah Ketentuan Takdir Imbas Bangunan Ambruk Tewaskan Puluhan Santri

Selain itu, proyek transportasi publik seperti KRL Commuter Line dan rencana pembangunan MRT fase selatan memperkuat posisi Tangsel sebagai kota yang terkoneksi dengan ibu kota.

Pemerintah kota juga mulai mengarahkan Tangsel menjadi smart city, dengan sistem

digitalisasi pelayanan publik, e-government, dan berbagai inovasi berbasis teknologi.

Aplikasi pelaporan masyarakat, sistem izin online, hingga program Tangsel Smart City menjadi langkah awal menuju pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.


Kota Pendidikan dan Inovasi

Tidak hanya soal infrastruktur, Tangsel juga berkembang sebagai kota pendidikan.

Baca Juga: Bunda, Yuk Kenali Penyebab Anak Sulit Tidur dan Cara Mengatasinya

Beberapa kampus ternama seperti.

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Pamulang, Swiss German University, Pradita University.

Hingga kampus IT ternama Binus BSD memperkuat citra kota ini sebagai pusat intelektual baru di Jabodetabek.

Baca Juga: Kelembagaan Pemuda di Titik Kritis, KNPI DKI Jakarta Dorong Reformasi Lewat DPR dan MK Usulkan RDP dengan Komisi X DPR RI

Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah juga memicu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif: mulai dari kos-kosan, warung makan, hingga bisnis digital.

Banyak startup lokal yang lahir dari kawasan Tangsel karena dukungan ekosistem teknologi yang kuat, terutama di BSD yang dikenal sebagai basis digital hub Indonesia.


Ruang Publik dan Kualitas Hidup

Salah satu keunggulan Tangerang Selatan dibanding kota-kota padat lainnya di Jabodetabek adalah ketersediaan ruang publik yang terus diperluas.

Baca Juga: Bagi-Bagi Ikan Cupang, Cara Unik Prodi IPB Promosikan Dunia Pembenihan Ikan

Taman Kota 1 dan 2 di BSD menjadi tempat favorit untuk olahraga dan bersantai.

Begitu pula Danau Situ Gintung dan Tandon Ciater yang kini dipercantik sebagai destinasi rekreasi keluarga.

Masyarakat Tangsel mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat dan lingkungan hijau.

Pemerintah pun berupaya menambah taman tematik dan jalur sepeda untuk mendorong mobilitas ramah lingkungan.

Meski belum sempurna, arah pembangunan yang berorientasi pada *green city* menjadi bukti keseriusan Tangsel dalam menciptakan kota yang berkelanjutan.

Menatap Masa Depan Kota

Kini, dua dekade setelah berdirinya, Tangerang Selatan telah menapaki perjalanan luar biasa. Dari sekadar kota penyangga

Baca Juga: UI Career Expo 2025 Kembali Digelar, Ribuan Job Seekers dan Puluhan Perusahaan Ternama Bertemu, Ini Rangkaian Acaranya

Ia tumbuh menjadi pusat kehidupan modern, pendidikan, teknologi, dan gaya hidup.

Dalam beberapa tahun ke depan, Tangsel berpotensi menjadi salah satu kota paling maju di Indonesia.

Sejajar dengan kota metropolitan dunia yang mengedepankan keseimbangan antara kemajuan dan kualitas hidup.

Baca Juga: Kemendikdasmen Dorong Inovasi Pembelajaran PAUD Lewat Platform Ruang Murid

Namun, kemajuan ini tidak boleh hanya dinikmati sebagian kalangan. Pembangunan yang inklusif yang melibatkan masyarakat

Dari berbagai lapisan adalah fondasi agar Tangsel tetap menjadi kota yang ramah, maju, dan berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, kota bukan hanya soal gedung tinggi dan jalan lebar, tetapi tentang manusianya: bagaimana mereka hidup, berinteraksi, dan membangun masa depan bersama.

Baca Juga: Digital Minimalism Lawan Distraksi Digital, Ini Rahasia Mahasiswa Stay Fokus di Tengah Godaan Dunia Digital

Tangerang Selatan kini bukan lagi sekadar “kota satelit” yang berada di bayang-bayang Jakarta.

Ia sudah menjadi kota dengan identitas sendiri—kota muda, cerdas, dan penuh energi.

Dari ujung Serpong hingga Pamulang, dari Bintaro hingga Ciputat, denyut kehidupan urban terus berirama, membawa Tangsel menuju masa depan yang lebih gemilang.***