POJOKSATU.id - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam acara Tasyakuran Hari Jadi ke-87 Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, pada Sabtu (08/11/2025).
Dalam sambutannya, Pilar menegaskan bahwa pembangunan Kota Tangerang Selatan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Gagal di Tes Substantif PPG? Stop Panik! Ini 4 Materi Penting yang Sering Terlewat Calon Guru!
Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.
“Di peringatan ke-87 ini, mari kita jaga selalu kondusivitas dan juga ketertiban lingkungan.
Kita jaga saudara-saudara kita, tetangga kita, dan teman-teman kita supaya Kedaung tetap kondusif, aman, dan tertib.
Baca Juga: Kuota Makin Murah, Belajar Makin Mudah! Kolaborasi Telkomsel dan Unpam Diserbu Mahasiswa
Jangan sampai dengan adanya perbedaan suku, agama, dan budaya bisa memecah belah kita,” ujar Pilar.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang sudah lama tumbuh di tengah masyarakat Kedaung perlu terus dijaga dan diperkuat.
Momentum peringatan hari jadi wilayah menjadi refleksi penting akan nilai persatuan dan keberagaman yang telah menjadi identitas Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga: Belum Saatnya! Ekonom Anggap 2027 Terlalu Cepat untuk Redenominasi Rupiah
Selain menyoroti aspek sosial, Pilar juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan infrastruktur.
Pemerintah Kota Tangsel, kata dia, saat ini tengah fokus pada sejumlah proyek seperti perbaikan jalan.
pembangunan turap dan tandon air, penanganan banjir, pembangunan ruang publik, hingga program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan.
Namun, menurut Pilar, seluruh program tersebut hanya akan memberikan manfaat berkelanjutan jika masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga hasil pembangunan.
“Semua program pemerintah tidak akan berjalan efektif kalau masyarakat tidak ikut menjaga. Gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan harus tumbuh di setiap warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pilar menyoroti isu lingkungan yang menjadi tantangan utama Pemkot Tangsel saat ini, terutama soal pengelolaan sampah.
Ia mengungkapkan bahwa volume sampah di Tangsel mencapai lebih dari seribu ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sudah mendekati batas maksimal.
Untuk itu, Pilar mendorong agar masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
Baca Juga: ASN Disdukcapil Tarakan Terjerat Kasus KUR, Pemkot Langsung Perketat Sistem Pelayanan
Salah satu langkah yang ditekankan adalah mengaktifkan program bank sampah hingga tingkat Rukun Warga (RW), serta menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Sampah yang dihasilkan masyarakat luar biasa banyak. Kalau semuanya dibuang ke TPA Cipeucang, itu sudah overload.
Karena itu kita dorong program bank sampah di setiap RW. Minimal mulai dari memilah sampah seperti minyak bekas, botol plastik, dan jenis lainnya agar tidak tercampur,” tutur Pilar.
Baca Juga: 798 Honorer Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Bupati Boltim, Ini Awal Pengabdian Baru
Tak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya kerja bakti sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh warga.
“Seperti yang diajarkan Baginda Rasulullah, kebersihan sebagian dari iman. Kalau ada saluran air yang mampet, kita bersihkan.
Kalau masih ada sampah-sampah, kita bersihkan. Di momentum ulang tahun Kedaung ini, mari kita hidupkan kembali budaya kerja bakti dan jaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah kita masing-masing,” pungkas Pilar.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan, Pilar berharap Kedaung dapat menjadi contoh wilayah yang kondusif, bersih, dan harmonis di Kota Tangerang Selatan.***
