POJOKSATU.id - Aksi pencurian terjadi di salah satu toko kacamata yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Sabtu 22 Juli 2023.
Saat ini, kasus pencurian yang terekam jelas kamera CCTV itu tengah diselidiki Polsek Pamulang.
Toko bernama Kajamata yang berlokasi di Jalan Siliwangi Raya Pamulang, Kota Tangerang Selatan menjadi sasaran komplotan pencuri yang diketahui beraksi dengan menggunakan mobil.
Baca Juga: Jalan KH Dewantara Ciputat Batal Ditutup, R2 dan R4 Mulai Selasa 25 Juli Mending Pilih Rute Ini
Polisi telah melakukan olah TKP dari Unit Reskrim Polsek Pamulang.
Kepolisian menerapkan pasal pencurian dengan pemberatan Pasal 363 KUHP dalam kasus yang dialami Rafi itu.
"Pada hari Sabtu tanggal 22 Juli 2023 sekitar pukul 15.30 piket Reskrim melaksanakan Cek Tkp Pencurian dengan pemberatan Pasal 363 KUHP," kata Kapolsek Pamulang Kompol Fiernando Ardiansyah saat dihubungi, Minggu 23 Juli 2023.
Baca Juga: Dikritik Gegara Sering Kali Live Weverse sambil Mabuk, Ini Respon Jungkook BTS
Selain itu, polisi juga memeriksa saksi yang merupakan karyawan toko kacamata itu begitu mengetahui pintu rolling door jebol.
Saksi kemudian melaporkan peristiwa itu ke pemilik toko.
"Pada hari Sabtu tanggal 22 Juli 2023 sekitar pukul 04.40 WIB, di TKP telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberataan di toko Kajamata," ujarnya.
Saat itu, pegawai Rafi yang hendak membuka toko melihat pintu rolling door Toko kajamata terbuka atau tidak tertutup rapat.
"Kemudian saksi masuk ke dalam melihat ternyata barang-barang yang ada didalam toko kajamata sudah hilang," imbuhnya.
Setelah itu, pegawai langsung menelepon pemilik toko.
"Sekitar pukul 13.00 Wib Pelapor datang ke toko dan mengecek barang barang yang hilang," tuturnya.
Kejadian itu akhirnya dilaporkan Rafi ke Polsek Pamulang sekitar pukul 16.57 WIB. pelapor datang ke Polsek Pamulang.
Sebelumnya, Rafi mengungkap bukan saja barang-barang berharga dan kacamata saja yang diambil oleh kedua pelaku.
Baca Juga: Ruwet Indah
Melainkan seluruh barang yang ada di dalam toko.
"Mulai iPad, ratusan frame dan sunglasses, alat-alat, tempat sampah, tangga lipat, speaker, sampai termos masak air karyawan kami diangkut," bebernya.
Jika ditotal, akibat aksi pencurian itu dirinya merugi sampai Rp150 juta.
Baca Juga: Usai Bertemu Prabowo di Kertanegara, Budiman Sudjatmiko Disebut Sangat Layak Jadi Cawapres
Hal lain yang membuat Rafi cukup kesal adalah bahwa dirinya mempercayakan keamanan tokonya kepada ormas sekitar.
Untuk biaya keamanan itu, ia sudah mengeluarkan uang ratusan untuk biaya per bulannya.
"Dari awal, kami juga menggunakan jasa keamanan dengan ormas sekitar dengan membayar sekian ratus ribu per bulannya untuk 'uang keamanan'," ungkap dia.
Baca Juga: WNI Pindah Kewarganegaraan ke Singapura 1.000 Orang Setahun, Biaya Naturalisasi Ternyata Tak Mahal
Tidak hanya uang keamanan, dirinya juga masih harus mengeluarkan uang untuk kebersihan.
"Keamanan, loh, ya, bukan uang kebersihan. Ada lagi kalau uang kebersihan," bebernya.
Rafi menyebut pihaknya memang bersepakat untuk membayar uang keamanan berharap agar tokonya aman dari tindakan kriminal.
Baca Juga: Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol : Indonesia Bisa Menciptakan 10 Singapura
Yang lebih mengherankan adalah bahwa lokasi toko tersebut hanya berjarak 250 meter dari Polsek Pamulang.
"Mereka bilang, dengan membayar uang keamanan ini, toko kecil kami akan dijaga," kata dia.
Rafi mengungkap dirinya mau membayar 'uang keamanan' itu lantaran angka kriminalitas yang tinggi di jalan.
Baca Juga: Jadwal Final Korea Open 2023: Fajri Bertanding Pukul Berapa?
"Dan mereka akan secara rutin check up. Tapi, lagi-lagi, kita nggak bisa gitu aja berharap," kesalnya.***

