POJOKSATU.id - Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari membuat tanggul di kawasan Pondok Kacang Permai, Kecamatan Pondok Aren, jebol.

Akibatnya, ratusan rumah warga di RT 03 dan RT 04 RW 07 terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Warga yang tengah tertidur lelap pun panik ketika air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga: Tuai Pro Kontra, Hasan Nasbi Wanti-Wanti Pemerintah Soal Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Salah satu warga, Rudi (43), menceritakan detik-detik saat air menerobos rumahnya. “Air datang cepat banget, cuma beberapa menit udah selutut.

Kami langsung angkat barang-barang seadanya ke tempat tinggi,” ujarnya dengan wajah lelah. Menurutnya.

Kondisi tanggul di belakang perumahan memang sudah lama retak dan sempat beberapa kali dikeluhkan warga kepada pihak kelurahan.

Baca Juga: Polres Cirebon Kota Hadirkan Layanan SKCK Full Online Lewat Polri Super APP

“Sudah sering kita lapor, tapi cuma ditambal seadanya. Begitu hujan deras semalam, tanggulnya enggak kuat nahan debit air,” keluhnya. Akibat jebolnya tanggul tersebut, aktivitas warga pun lumpuh total.

Banyak yang terpaksa mengevakuasi kendaraan dan perabot rumah tangga untuk menghindari kerusakan lebih parah.

Sementara itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel bersama aparat kelurahan dan relawan langsung turun ke lokasi sejak pagi untuk membantu proses evakuasi warga serta menyalurkan bantuan darurat.

Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Perbedaan Data Keuangan Pemda dan Pusat

“Kami fokus evakuasi warga lansia dan anak-anak lebih dulu. Saat ini sekitar 120 rumah terdampak dengan total 400 jiwa,” kata Kepala BPBD Tangsel, Uci Sanusi.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi untuk melakukan penanganan sementara di lokasi jebolnya tanggul agar banjir tidak meluas.

“Kami upayakan penutupan tanggul sementara menggunakan karung pasir sambil menunggu perbaikan permanen,” jelasnya.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak malam sebelumnya juga membuat sejumlah titik di Tangsel tergenang, seperti di kawasan Ciputat Timur dan Serpong Utara.

Namun, genangan di wilayah tersebut terpantau lebih cepat surut karena sistem drainase yang masih berfungsi.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Soroti Persoalan Saluran Air Penyebab Penyebab Banjir

Di sisi lain, warga berharap pemerintah bergerak cepat memperbaiki tanggul secara permanen agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita udah capek setiap musim hujan selalu waswas. Semoga segera dibenahi, jangan nunggu korban dulu,” ujar Fitri, warga lainnya yang rumahnya juga terendam hingga dapur.

Selain kerugian material, warga mengeluhkan kualitas air yang mulai keruh dan bau tak sedap karena bercampur lumpur dan sampah.

Baca Juga: Tanda-tanda Pengumuman Kelulusan PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025 Mulai Terlihat, Bapak Ibu Guru Segera Cek Laman UKPPPG!

“Airnya coklat pekat, jadi kami enggak bisa pakai untuk mandi atau cuci. Sekarang semua nunggu bantuan air bersih,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan hingga Jumat sore menunjukkan, sebagian warga masih membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.

Beberapa titik jalan juga masih tertutup air setinggi 30 sentimeter. Meski kondisi mulai berangsur surut, warga tetap siaga karena hujan diprediksi masih akan mengguyur wilayah Tangsel dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Wagub Erwan Tegas: Pemuda Jabar Harus Berani Tolak Narkoba, Bukan Cuma Posting Motivasi di Medsos!

Tragedi ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar lebih serius dalam membenahi infrastruktur pengendali banjir.

Sebab, jebolnya tanggul bukan hanya persoalan alam, tapi juga tanda lemahnya pengawasan dan perawatan fasilitas publik yang seharusnya melindungi warga.***