POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi warganya.
Tahun 2026 mendatang, Pemkot Tangsel berencana membangun dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri baru di wilayah Ciputat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas di setiap kecamatan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Membuat Akun SIMPKB untuk Pendaftaran PPG Calon Guru 2025
Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni, mengungkapkan bahwa pembangunan dua sekolah baru itu telah masuk dalam program kerja tahun 2026.
Menurutnya, tambahan SMP negeri di Ciputat akan membantu mengurangi kepadatan siswa di sekolah-sekolah yang sudah ada, sekaligus memberi lebih banyak pilihan bagi warga sekitar.
“Rencana ini untuk pemerataan akses pendidikan dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” ujar Deden.
Baca Juga: SKTP Terbit! Pencairan TPG Triwulan 3 Tahap 2 Segera Masuk Rekening Guru
Ia menambahkan, Pemkot juga tengah menyiapkan lahan serta rancangan teknis agar proses pembangunan bisa dimulai tepat waktu.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama para orang tua murid yang selama ini harus mendaftarkan anak ke sekolah di luar wilayah Ciputat karena keterbatasan daya tampung.
Pemerintah berharap, dengan penambahan dua SMP negeri baru tersebut, tidak ada lagi anak Tangsel yang kesulitan mendapat tempat di sekolah negeri.
Baca Juga: Tangsel Punya Banyak Galeri Seni Keren, Lengkap dengan Workshop Pengasah Bakat
Dua sekolah negeri ini akan diberi nama SMP Negeri 25 dan SMP Negeri 26 Tangerang Selatan. “Kalau enggak salah ada dua, SMP 25 dan 26,” ujar Deden saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (16/10/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan dua SMP baru itu akan berlokasi di Serua, Ciputat, sementara satu sekolah lainnya masih dalam tahap penentuan lokasi.
“Lokasinya ada di Serua, Ciputat. Yang satu lagi saya lupa, tapi rencananya itu ada tujuh sekolah yang dibangun bertahap.
Dua di tahun 2026,” kata Deden. Menurut Deden, proyek pembangunan sekolah baru tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
Sementara Dinas Pendidikan hanya berperan dalam pemeliharaan ringan di lingkungan sekolah yang sudah ada.
“Kalau sekolah kan ada di Dinas Cipta Karya, ya. Sekolah Cipta Karya. Kalau kami kan hanya pemuliaraan ringan saja,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, saat ini terdapat 244 SMP di wilayah tersebut, baik negeri maupun swasta.***
