POJOKSATU.id -Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangsel.

Siap berkolaborasi dengan berbagai daerah lain untuk mengatasi persoalan sampah sebelum proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Jatiwaringin selesai dibangun.

Hal itu disampaikan Benyamin dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik yang digelar di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten, Jelupang, Serpong Utara, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga: Uji Coba Lampu Lalu Lintas Simpang Duren Dimulai 12 November

“Makanya saya ingin membangun kerja sama dengan kota atau kabupaten lain, dan itu dimungkinkan secara peraturan perundang-undangan,” ujar Benyamin.

Menurutnya, saat ini Pemkot Tangsel tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa daerah di sekitar, termasuk Kota dan Kabupaten Bogor.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah sementara untuk menekan volume sampah yang terus meningkat, sembari menunggu rampungnya proyek strategis nasional PSEL Jatiwaringin dua tahun mendatang.

Baca Juga: Kampung Bambu Apus Bertransformasi Jadi Permukiman Layak Huni

Benyamin menjelaskan, pengelolaan sampah menjadi tantangan besar yang memerlukan dukungan lintas sektor.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat bisa memberikan bantuan konkret, baik dalam bentuk kebijakan maupun pembiayaan.

“Saya berharap ada bantuan ya, karena selama ini kita jalan sendiri pakai APBD. Tapi kalau PSEL ini sudah kita anggarkan untuk pengangkutan dan operasionalnya sesuai asumsi dari Perpres yang lama,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Perluas Armada Angkut Sampah Sebanyak 81 Unit

Selain fokus pada pengelolaan sampah padat, Pemkot Tangsel juga memberi perhatian khusus terhadap penanganan air lindi  cairan hasil timbunan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Untuk itu, Pemkot bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Institut Teknologi Indonesia (ITI) dalam menangani dan mengangkut air lindi agar tidak mencemari tanah dan air permukaan.

“Kita sudah siapkan anggaran dan bekerja sama dengan BRIN serta ITI. Air lindi ini juga jadi perhatian serius karena dampaknya ke lingkungan sangat besar,” kata Benyamin.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, yang memimpin rapat koordinasi tersebut menyampaikan bahwa Pemprov Banten siap memfasilitasi kerja sama antar daerah.

Termasuk dalam penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) lintas kabupaten/kota.

Baca Juga: Presiden Prabowo Setujui Skema Baru, Tunjangan Profesi Guru Bakal Dibayar Per Bulan, Mulai Kapan?

“Kita bahas progres dan kendala yang dihadapi, lalu mencari solusi terbaik agar kerja sama lintas daerah ini segera berjalan,” ujar Andra.

Ia menambahkan, selain wilayah Tangerang Raya, kawasan Serang Raya juga akan menjadi lokasi pengembangan Waste to Energy (WTE) tahap kedua, sesuai kebutuhan dan kapasitas wilayah.

Melalui sinergi lintas daerah ini, diharapkan pengelolaan sampah di Tangsel dan sekitarnya bisa menjadi model kolaborasi regional yang efektif.

Baca Juga: Kemenag Sumbar Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Expo di UIN Bukittinggi

Serta mendukung target nasional dalam pengurangan sampah dan peningkatan energi terbarukan.***