POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggencarkan berbagai upaya dalam menangani persoalan sampah. 

khususnya dampak bau yang kerap dikeluhkan warga. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan yakni pendistribusian dan penyemprotan cairan N Level 1 yang merupakan inovasi dari Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Bani Khosyatullah, mengatakan cairan tersebut dimanfaatkan. 

Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Stasiun Bogor Perkuat Keamanan dan Kebersihan

Sebagai solusi cepat untuk mengurangi aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah, baik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun di titik-titik penanganan sampah di wilayah kecamatan.

“Cairan ini kami gunakan untuk membantu mengurangi bau menyengat dari sampah. Harapannya, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. 

Terutama yang tinggal di sekitar lokasi penanganan sampah di setiap kecamatan di Tangsel,” ujar Bani saat kegiatan sosialisasi dan edukasi cairan N Level 1 di TPA Cipeucang, Minggu (21/12/2025), dikutip pojoksatu.id dari tangerangselatan.go.id

Baca Juga: TPA Galuga Disorot, Menteri LH Ingatkan Dampak Sampah Hulu Bogor ke Jabodetabek

Ia menjelaskan, cairan N Level 1 merupakan teknologi inovatif berbasis gelombang kuantum yang dirancang untuk menjawab persoalan pencemaran udara akibat limbah.

Teknologi ini dinilai aman, ramah lingkungan, serta dapat diaplikasikan dengan mudah tanpa membutuhkan peralatan tambahan yang kompleks.

Selain berfungsi menekan bau, cairan tersebut juga memiliki keunggulan lain, yakni mampu mengolah limbah organik menjadi pupuk organik dalam waktu singkat.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Penyaluran 5 Bansos Jelang Natal, BPNT Rp600 Ribu Mulai Cair 22 Desember

Limbah seperti sampah rumah tangga maupun kotoran ternak padat dan cair dapat diurai hanya dalam hitungan menit.

“Selama ini pengolahan limbah organik membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dengan N Level 1, proses tersebut bisa dipercepat secara signifikan.

Ini tentu menjadi peluang besar, tidak hanya untuk penanganan sampah di TPA saja, melainkan sampai di tingkat lingkungan masyarakat nantinya,” jelasnya.

Pemkot Tangsel menilai penggunaan cairan N Level 1 sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain membantu mengatasi bau, teknologi ini juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan limbah menjadi pupuk.

Baca Juga: Tanggapi Hujatan Netizen Gegara Sebut Korban Banjir Aceh Berisik, Dewi Perssik: Saya Membela Pak Presiden, Apa Salahnya?

Melalui pendistribusian cairan N Level 1 ke tujuh kecamatan, pemerintah berharap penanganan bau sampah dapat dilakukan secara lebih merata.

Di sisi lain, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah dapat dikelola dengan pendekatan teknologi yang inovatif.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel untuk menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman sekaligus mendorong transformasi pengelolaan sampah dari masalah menjadi potensi,” tutur Bani.***