POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam menekan angka anak putus sekolah melalui Gerakan Lanjut Sekolah yang kini berfokus pada pendidikan non-formal.

Program tersebut dirancang bukan hanya untuk mereka yang masih berada pada usia sekolah, tetapi juga masyarakat yang sudah lama meninggalkan bangku pendidikan, termasuk warga berusia di atas 25 tahun.

Upaya perluasan akses belajar tersebut menjadi pembahasan utama dalam Seminar Pendidikan ke-6 yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang di Lemo Hotel Serpong, Selasa (11/12/2025).

Baca Juga: Kunjungan Seremonial Prabowo di Tengah 990 Korban, Aceh Tamiang Masih Berantakan!

Kegiatan ini menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan serta percepatan penuntasan kesenjangan belajar di berbagai wilayah.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga tanpa pengecualian.

Ia menyampaikan bahwa alasan ekonomi, jarak tempat tinggal, maupun keterbatasan sarana tidak boleh menjadi penyebab seorang anak berhenti mengenyam pendidikan.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! Lewat 20 Desember, NIP PPPK Paruh Waktu Otomatis Ditolak

Bupati menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran di kelas, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kemampuan generasi muda agar mampu bersaing di masa depan.

Karena itu, ia berharap seminar tersebut melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, PKBM, Dewan Pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat desa/kelurahan.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar, turut menjelaskan bahwa Gerakan Lanjut Sekolah dijalankan melalui pola kolaboratif antara pemerintah desa dan PKBM.

Baca Juga: Kapolri Teken Aturan Baru! Polisi Kini Bisa Duduki Jabatan di 17 Kementerian, Berseberangan dengan Putusan MK

Desa dapat memanfaatkan dana desa maupun dukungan provinsi dan pusat untuk memfasilitasi warga yang ingin kembali menempuh pendidikan.

Setiap desa disebut mampu menampung hingga 10 peserta, sehingga total peluang belajar dapat mencapai sedikitnya 2.460 warga per tahun.

Menurutnya, strategi ini menyasar dua kelompok sekaligus: anak yang berisiko putus sekolah dan warga dewasa yang membutuhkan peningkatan kompetensi agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

Selain memperkuat jalur non-formal, Pemkab Tangerang juga mengembangkan dukungan pembiayaan pendidikan formal.

Salah satu langkahnya ialah menggratiskan biaya pendidikan dasar di sekolah swasta, serta memperluas Beasiswa Tangerang Gemilang bagi siswa tidak mampu dan berprestasi hingga ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Mantan Kapolri Da’i Bachtiar Minta Anggaran Polri Ditambah, Agar Penyidik Tak Cari Dana Ilegal

Tahun ini, lebih dari 200 pelajar menerima manfaat program tersebut.***