POJOKSATU.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada Rabu (19/11/2025).
Kembali memicu banjir di kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Sebuah pabrik tempe dan tahu yang berlokasi tak jauh dari area TPA itu terendam air akibat dugaan longsoran sampah yang menutup aliran anak Kali Cisadane.
Baca Juga: TPG TW 4 Melaju Kencang, TPG TW 3 Masih Tertahan! Ada Apa di Balik Perbedaan Ini?
Pantauan di lapangan menunjukkan air luapan sudah memasuki area permukiman warga. Ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter dan menggenangi berbagai perabot,
baik elektronik maupun barang kebutuhan rumah lainnya. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh seketika.
Salah satu warga, Kristianto, mengungkapkan bahwa bukan hanya tempat usahanya yang terdampak, tetapi juga rumah serta peralatan produksi tempe yang ia kelola.
Demi menyelamatkan barang-barang penting, ia dan keluarga terpaksa mengangkat kulkas, kipas angin, televisi, hingga mesin cuci ke tempat yang lebih tinggi.
Namun, sebagian besar bahan baku usaha tidak bisa diselamatkan.
“Tiga karung kedelai, masing-masing 50 kilogram, semua terendam. Dua kulkas rusak, mesin cuci kena air, sepeda motor juga hanyut sebagian,” ujarnya menceritakan kondisi yang dialami.
Kristianto mengatakan banjir datang mendadak sekitar pukul 14.00 WIB.
Walau kini air berangsur surut, ia mengaku kewalahan karena banjir tersebut muncul saat ia baru menyelesaikan pembersihan dari banjir sebelumnya.
Ia menyebut bencana susulan itu membuat dirinya kehabisan tenaga untuk membereskan rumah dan tempat produksi yang terus dikepung lumpur.
“Banjir kemarin saja belum selesai saya bersihkan. Hari ini datang lagi banjir baru. Kepala saya pusing ngurusinnya,” ujarnya dengan nada lelah.
Menurutnya, banjir yang berulang ini bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, tetapi juga persoalan tumpukan sampah di sekitar TPA yang tak kunjung terselesaikan.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Edukasi Keselamatan Kereta Api
Ia menduga longsoran sampah dari area TPA menutup aliran anak Kali Cisadane sehingga membuat air meluap ke kawasan permukiman.
“Soal hujan itu wajar. Tapi sampah yang numpuk dan jatuh ke kali itu masalah lama yang nggak pernah benar-benar dibereskan,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan menangani persoalan sampah di sekitar TPA Cipeucang agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha rumahan.***
