POJOKSATU.id - Pada malam minggu di kawasan Alam Sutera, wilayah Tangerang Selatan, tiba-tiba terasa mencekam.

Hal ini bukan karena bencana alam atau tindakan kriminal besar, melainkan karena adanya aksi balapan liar yang diabadikan warga dan langsung menyebar di media sosial.

Video yang berdurasi 3 menit 41 detik tersebut menunjukkan suara mesin motor yang bising dan mengganggu.

Baca Juga: Banyak SALAH KAPRAH Ternyata TIDAK SEMUA Guru Honorer Dapat Rp100 Ribu per Hari jadi PIC MBG, Ada Sosok Penentu, Simak Mekanisme dan Aturan Mainnya

Jalan yang biasanya ramai oleh kendaraan keluarga dan pengunjung pusat perbelanjaan, tiba-tiba berubah menjadi tempat balap liar penuh kesan adrenalin.

Tak heran, netizen pun geger. Ribuan komentar langsung membanjiri unggahan tersebut, sebagian marah, sebagian lagi justru menganggapnya hiburan.


Kronologi Kejadian

Balapan liar tersebut terjadi pada Sabtu malam (30/9/2025), sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga: Gubernur Banten Hadiri Apel Hari Kesaktian Pancasila dan Rapat Penanaman Jagung Bersama Presiden

Menurut keterangan warga, sekelompok remaja berkumpul di kawasan Boulevard Alam Sutera. Awalnya mereka terlihat hanya nongkrong sambil berbincang.

Namun perlahan, suasana berubah ketika beberapa motor mulai dipanaskan dan dipacu di jalur lurus sepanjang jalan tersebut.

“Awalnya kami kira cuma anak-anak nongkrong biasa. Eh tiba-tiba sudah pada start balapan. Suaranya keras banget sampai bikin anak kecil kaget dan nangis,” ungkap Wati, seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Panggil 195 PPPK Formasi 2024 untuk Tanda Tangan Perjanjian Kerja, Ini Daftar Dokumen yang Wajib Dibawa

Video yang viral memperlihatkan belasan motor dengan modifikasi ekstrem beradu cepat tanpa helm maupun perlengkapan keselamatan.

Warga yang berada di sekitar lokasi tampak berteriak kaget, bahkan ada yang langsung mengeluarkan ponsel untuk merekam aksi berbahaya itu.


Suasana Mencekam

Suasana mencekam bukan hanya karena suara knalpot dan kecepatan tinggi, dari video yang beredar.

Baca Juga: Polda Jatim Libatkan Ahli Konstruksi Evakuasi Santri Al Khoziny, Kapolda Beberkan Alasan Belum Dilakukan Pengangkatan Reruntuhan

Terlihat beberapa pengendara hampir bersenggolan ketika melaju kencang.

Satu di antaranya bahkan nyaris menabrak median jalan sebelum akhirnya berhasil mengendalikan motor.

“Kalau sampai jatuh, bisa makan korban banyak. Ini kan jalan umum, bukan sirkuit,” kata Ahmad, warga setempat.

Baca Juga: Insentif Rp100 Ribu per Hari bagi Guru Program MBG, Apresiasi atau Sekadar Formalitas?

Beberapa pengendara mobil yang melintas pun terpaksa menepi karena takut terseret aksi balap liar.

Klakson bersahut-sahutan, sementara kerumunan remaja di pinggir jalan justru bersorak seakan menonton pertandingan resmi.


Viral di Media Sosial

Unggahan pertama kali muncul di akun Instagram @TangselUpdate. Hanya dalam 2 jam, video tersebut sudah ditonton lebih dari 500 ribu kali dan menuai 15 ribu komentar.

Baca Juga: Viral Video Ojol Tangsel Ngamuk karena Order Dibatalkan Sepihak untung yang marah bukan Thanos

Komentar warganet pun beragam. Ada yang mengecam keras:

“Tangsel makin parah, balap liar di tengah kota kayak nggak ada polisi aja!”

Ada juga yang menyindir dengan humor:

“Itu balapan liar atau audisi F1 kelas pinggir jalan?”

Baca Juga: Cemas dan Takut, Pihak Keluarga Menunggu Evakuasi Santri yang Tertimbun Reruntuhan Musala 3 Lantai di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Tak sedikit pula yang merasa prihatin, mengingat balapan liar kerap memakan korban, baik dari pembalapnya sendiri maupun pengguna jalan lain yang tak bersalah.


Polisi Turun Tangan

Menanggapi viralnya video ini, Polres Tangerang Selatan langsung bergerak cepat.

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Yudi Prasetyo, menegaskan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan patroli rutin di kawasan Alam Sutera.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Apresiasi Polres Metro Tangerang Ungkap Praktik Oplosan LPG Bersubsidi

“Balapan liar membahayakan keselamatan umum. Kami akan tindak tegas. Sudah ada beberapa motor yang kami amankan malam itu, dan kami sedang memburu kelompok lain yang terlibat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya.

“Kebanyakan dari mereka remaja yang masih di bawah umur. Edukasi dari keluarga sangat penting,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus Ambruknya Musala Al Khoziny Sidoarjo, 38 Santri Masih Terjebak Reruntuhan, 3 Meninggal Dunia


Pandangan Pakar Transportas
i

Pakar transportasi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Dr. Reni Wulandari, menilai fenomena balap liar ini bukan hal baru.

“Di kota-kota besar, balap liar sering muncul karena minimnya fasilitas balap resmi yang bisa diakses masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Gugatan Pra Peradilan Arukki ke Kejaksaan Ditolak, Bukti Hukum Silfester Matutina Tidak Bisa DieksekusiMenurut Reni, penegakan hukum saja tidak cukup. “Harus ada alternatif ruang ekspresi, seperti sirkuit khusus atau kegiatan balap legal. Kalau tidak, fenomena ini akan terus berulang.”


Warga Resah

Bagi warga Tangsel, aksi balapan liar bukan sekadar tontonan viral. Bagi mereka, hal ini nyata-nyata mengganggu ketenangan dan membahayakan keselamatan.

“Kalau malam Minggu, kami jadi was-was keluar rumah. Takut tiba-tiba ada motor melesat nabrak orang,” kata Irwan, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Baca Juga: Ekspor Sarang Burung Walet Menurun, Akibat Barantin Kurang Peduli, ARPG Minta Komisi IV Lakukan Pengawasan

Pedagang kaki lima juga mengaku rugi. “Orang jadi takut jajan. Banyak yang buru-buru pulang begitu dengar suara motor bising,” keluh Yuli, penjual nasi goreng di area Alam Sutera.


Balap Liar dan Budaya Populer

Meski berbahaya, balap liar tetap saja digandrungi sebagian anak muda. Bagi mereka, ini bukan hanya soal adrenalin, tapi juga gengsi.

“Kalau motornya kenceng, bisa terkenal di kalangan anak nongkrong,” kata seorang remaja yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Polisi Minta Dukungan Masyarakat untuk Ungkap Pembuang Mayat Bayi di Pamekasan

Fenomena ini makin diperkuat oleh konten media sosial. Banyak remaja yang sengaja merekam aksi balap liar untuk kemudian dipamerkan di TikTok atau Instagram.

Sayangnya, popularitas di dunia maya sering mengorbankan keselamatan di dunia nyata.


Potensi Regulasi Baru

Melihat kasus ini, sejumlah anggota DPRD Tangsel ikut angkat bicara. Mereka mendesak Pemkot Tangsel untuk mencari solusi lebih konkret.

Baca Juga: KDM Telepon Om Zein Perintahkan Cek Proyek PSDA Milyaran Rupiah, CV Nalar Jaya Terancam Diblacklist dan Tidak Dibayar

“Selain patroli polisi, pemerintah harus menyediakan sarana balap resmi yang mudah dijangkau anak muda. Jangan biarkan jalan raya jadi korban,” ujar salah satu anggota dewan.

Kasus balapan liar di Alam Sutera ini kembali menyadarkan kita betapa rapuhnya keselamatan publik di tangan ulah segelintir orang.

Satu aksi nekat bisa berakibat fatal bagi banyak nyawa.

Baca Juga: Kapolres Karawang Hadiri Gebyar PATEN di Majalaya

Kini, warga Tangsel hanya bisa berharap agar patroli dan penindakan benar-benar dilakukan.

Bukan sekadar formalitas setelah video viral, karena jika dibiarkan bukan tak mungkin tragedi besar akan terjadi di kemudian hari.

Dan seperti biasa, Tangsel lagi-lagi menjadi sorotan publik di dunia maya.

Baca Juga: KNPI DKI Jakarta Gugat UU Kepemudaan ke MK, Tuntut Batas Usia Pemuda Diperpanjang Hingga 40 Tahun

Kali ini bukan karena kuliner enak atau pusat belanja modern, melainkan karena suara knalpot bising yang bikin jantung dag-dig-dug.***