POJOKSATU.id - Mantan Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin kembali menegaskan peran penting kaum santri/
Dalam membangun bangsa. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Santri Institute Indonesia di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (30/10).
Dalam suasana penuh khidmat, Ma’ruf Amin menuturkan rasa syukur atas berdirinya wadah baru yang diharapkan menjadi tempat berhimpunnya seluruh santri dari berbagai latar belakang.
“Alhamdulillah, Santri Institute secara resmi sudah berdiri sebagai wadah menyatukan santri.
Sehingga santri bersatu dalam membangun negeri tercinta ini,” ujar Ma’ruf dengan senyum hangat di hadapan ratusan santri dan tokoh pesantren.
Wapres yang juga dikenal sebagai ulama besar itu menegaskan, organisasi ini tidak hanya sekadar tempat berkumpul.
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Pembayaran Gaji ASN Ditunda Dua Bulan Demi Stabilitas Anggaran
Melainkan juga ruang kolaborasi nasional bagi santri dan alumni pesantren untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Lebih jauh, Ma’ruf Amin menekankan pentingnya membangun gaya hidup yang syar’i dan melahirkan regulasi sesuai syariat Islam.
Ia menegaskan, santri tidak hanya penjaga moral dan spiritual bangsa, tapi juga penggerak kemajuan, keadilan, dan kemakmuran nasional.
Baca Juga: Rahasia Branding Profesional di LinkedIn yang Bikin Profilmu Stand Out
“Alhamdulillah, walaupun saya santri, tapi saya bisa menjadi Wakil Presiden. Dulu orang tidak menyangka saya bisa jadi pejabat, tapi ternyata Allah menakdirkan lain.
Ini bukti bahwa santri bisa berperan di tingkat nasional,” tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Sementara itu, Ketua Umum Santri Institute Indonesia, La Ode Safiul Akbar, menyampaikan bahwa keberadaan lembaga ini diharapkan mampu menjadi pusat konsolidasi empat juta santri di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah tersebut mencakup santri dari pesantren salaf hingga modern.
La Ode menambahkan, visi Santri Institute sejalan dengan pesan Ma’ruf Amin santri sejati bukan hanya berlabel.
Baca Juga: Upaya Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi di Kota Bogor
Tetapi juga harus cerdas, tangguh, dan peka terhadap lingkungan sekitar. “Santri tidak bisa terpecah belah. Sekarang eranya kolaborasi, bukan jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Peresmian ini pun menandai langkah baru dalam memperkuat sinergi antarpesantren, memperluas kiprah santri di berbagai sektor.
Dan menjadikan Tangerang Selatan sebagai saksi lahirnya semangat baru gerakan santri modern yang tetap berpegang pada nilai keislaman.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Minta Pemprov Jabar Juga Tangani Luapan Sungai Cisolok
Dengan berdirinya Santri Institute Indonesia, Ma’ruf Amin berharap lahir generasi santri yang bukan hanya berakhlak mulia, tapi juga menjadi motor kemajuan bangsa di tengah arus globalisasi yang kian cepat.***
