POJOKSATU.id - Akses gerbang masuk Sekolah Dasar (SD) Negeri Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan ditutup tembok beton oleh pemilik tanah.

Penembokan itu dilakukan pemilik lantaran kesal terhadap Pemkot Tangerang Selatan.

Pasalnya, sampai saat ini Pemkot Tangsel tak kunjung menyelesaikan permasalahan lahan yang selama ini dipinjam sekolah.

Baca Juga: IDI PWI

Mirisnya, penembokan ini bertepatan pula dengan hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru pada Senin 17 Juli 2023.

Penembokan beton SDN Lengkong Karya diduga kuat terjadi karena pihak sekolah belum menyelesaikan masalah sengketa dengan pemilik lahan.

Diketahui pula bahwa sekolah itu berdiri di atas lahan milik pribadi.

Baca Juga: Kamus PPPK : 32 Istilah Wajib Diketahui Pelamar P3K 2023, Pendaftaran Dibuka September

Menurut petugas keamanan SD Lengkong Karya, Mansur (51) penutupan dilakukan pada Sabtu 15 Juli 2023.

"Kemarin ditutupnya, Sabtu," kata dia saat ditemui di lokasi.

Mansur menyebut permasalahan pemilik lahan dengan Pemkot Tangsel sudah terjadi sejak 2015.

Baca Juga: Hari Ini Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Dilantik Jadi Menkominfo Pengganti Kader Nasdem

Pemilik lahan itu bernama Hardi sudah memberikan tenggat waktu untuk pihak sekolah untuk penyelesaian masalah penggunaan lahan tersebut.

"Persoalan ini dari tahun 2015. Cuma memang belum pernah ada kepastian," ujarnya.

Dari foto yang beredar, pemilik lahan hanya memberikan sedikit akses masuk bagi guru dan siswa SDN Lengkong Karya kurang lebih 1,5 meter.

Baca Juga: Rezim Gagal Hentikan Anies, Alternatif Poros Keempat Airlangga Jadi Capres, Ini Analisa Pengamat

Mansur menyebut dirinya tak bisa berbuat banyak saat penembokan itu dilakukan.

Ia mengaku hal itu murni kuasa pemilik lahan dan penyelesaian ada di pihak sekolah.

"Kami selalu pihak keamanan sekolah tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu memang lahannya pemilik tanah."

Baca Juga: Klasifikasi Jabatan Fungsional Guru dan Non Guru PNS, Naik Pangkat Per 2 Tahun

"Tapi itu diberikan akses jalan," ujar Mansur.

Mansur bertutur, jika lahan milik Hardi memiliki luas 1.600 meter persegi di sekitar SD Negeri Lengkong Karya.

Pemilik tanah minta lahan sebelumnya sudah mengingatkan agar lahan miliknya jangan dipergunakan untuk sekolah.

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Mentereng di Semua Kelompok Pemilih, Termasuk Kaum Milenial

Alasannya karena tanah itu memang milik pribadi, bukan tanah umum.

Mirisnya, masalah ini sudah diketahui oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Pemkot Tangsel.

Selain itu juga belum ada solusinya sejak 2015 silam.

Baca Juga: Surya Paloh Dukung Jokowi 2014 Lalu Gara-gara Semangat Perubahan Revolusi Mental

"Kalau misalkan dari pihak dinas terkait tidak ada konfirmasi, kemungkinan akses pintu masuk sekolah akan ditutup oleh pemilik lahan," ujarnya.

Penembokan SDN Lengkong Karya dilakukan pemilik lahan di jalan menuju sekolah.

Diketahui pula bahwa akses masuk sekolah juga hanya satu, yaitu melalui lahan milik Hardi.***

Reporter: Fandi Permana