POJOKSATU.id — PT MRT Jakarta akhirnya mengambil langkah konkret memperluas layanan transportasi massal hingga ke kawasan penyangga ibu kota, termasuk Tangerang Selatan (Tangsel).

Pada 24 Juli 2025, PT MRT Jakarta resmi menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) guna memulai studi kelayakan pembangunan jalur MRT Jakarta–Tangsel.

Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada moda transportasi umum untuk bepergian ke Jakarta, sekaligus menjawab persoalan klasik berupa kemacetan parah di jalur utama menuju pusat kota.

Baca Juga: Dosen Sastra UNJ Latih Penyusunan Modul P5 dan Literasi Ekologi di SDN Medalsari III

Rencana besar ini bukan sekadar menghadirkan jalur baru, tetapi juga membawa harapan lahirnya sistem transportasi terpadu di Jabodetabek.

Dengan target penumpang mencapai ratusan ribu per hari, kehadiran jalur MRT hingga Tangsel diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas hidup warga, mendongkrak sektor ekonomi, dan menciptakan kawasan perkotaan yang lebih modern serta ramah lingkungan.

Pemerintah daerah pun menyambut optimis, menilai proyek ini sebagai solusi transportasi jangka panjang yang telah lama ditunggu.

Baca Juga: Pengumuman Resmi dari Prof Nunuk : Berikut Mekanisme Lengkap Seleksi Calon Guru Sekolah Rakyat Tahap II Tahun 2025

Rute yang Disiapkan

Dalam rencana pengembangan ini, terdapat dua koridor utama yang tengah dikaji.

Pertama, jalur utara melalui Pondok Aren hingga Serpong. Kedua, jalur selatan yang melewati Ciputat hingga Pondok Cabe.

Keduanya akan terkoneksi di Stasiun Lebak Bulus sebagai titik awal perjalanan, memperluas jaringan MRT fase pertama yang sudah beroperasi.

Baca Juga: Yamaha Jakarta Great Sale: Beli Yamaha, Menang Banyak

Manfaat Bagi Warga Tangsel

Jika terealisasi, keberadaan MRT Jakarta–Tangsel akan memberikan dampak signifikan.

Warga dapat menikmati waktu tempuh yang lebih singkat menuju Jakarta, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi kawasan.

Kehadiran stasiun-stasiun baru juga akan mendukung pengembangan kawasan transit-oriented development (TOD) yang modern dan ramah lingkungan.

Selain itu, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, sehingga produktivitas dan kualitas hidup pun meningkat.

Saat ini, tahap studi kelayakan ditargetkan berlangsung kurang dari satu tahun, hingga 2026. Setelah itu, proses pembangunan fisik dapat dimulai.

Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta, proyek ini diharapkan tidak hanya sekadar wacana, melainkan benar-benar terealisasi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Targetkan Penyelesaian Afirmasi Tenaga Honorer Tahun Ini, BKN : Honorer Non Database Harus Siap Ikut Seleksi CASN

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat, mudah dan tanpa iklan silakan download aplikasi Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Anda juga bisa bergabung dalam saluran Whatsapp dan Fanpage Edugov Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Demikian informasi terbaru tentang rencana PT MRT Jakarta memperluas layanan transportasi massal ke Tangsel.***