POJOKSATU.id - Gelaran InklusiLand 2025 yang berlangsung di ICE BSD pada Minggu (7/12/2025) menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat arah Tangerang sebagai daerah yang semakin inklusif.
Acara yang diprakarsai Yayasan Inklusi Pelita Bangsa ini menghadirkan ruang luas bagi penyandang disabilitas untuk menampilkan potensi, mengekspresikan kreativitas, sekaligus terlibat aktif dalam berbagai aktivitas yang mendorong kesetaraan.
Para peserta dari berbagai komunitas disabilitas memadati rangkaian kegiatan yang dikemas dengan konsep interaktif.
Mulai dari pertunjukan seni, pameran karya, hingga lokakarya kreatif dan diskusi publik, seluruh agenda dirancang untuk membuka ruang dialog yang membangun antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga keluarga penyandang disabilitas.
Setiap sudut acara terasa hidup karena kehadiran para pengunjung yang antusias menikmati ragam talenta yang ditampilkan.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Baca Juga: Terkuak! PPPK Paruh Waktu Tak Bisa Gantikan Semua Honorer 2026, Lalu Gimana Nasib Ribuan Non-ASN?
Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mampu menerima perbedaan dan menyediakan fasilitas yang mudah diakses oleh semua warga.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus menyentuh seluruh lapisan, termasuk mereka yang membutuhkan akses layanan khusus.
InklusiLand 2025 juga menghadirkan kolaborasi dari berbagai kementerian dan lembaga yang menyampaikan program dukungan untuk pemerataan layanan publik, peningkatan akses kerja, dan peluang usaha bagi penyandang disabilitas.
Dengan melibatkan sektor swasta serta komunitas, kegiatan ini dinilai dapat mempercepat terbentuknya sistem pelayanan yang lebih ramah dan berkelanjutan.
Selain menjadi wadah apresiasi, acara ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan berbasis inklusi bukan hanya wacana, melainkan langkah nyata yang sedang dijalankan di Kabupaten Tangerang.
Interaksi antara peserta, narasumber, dan pemangku kebijakan membuka jalan untuk melahirkan gagasan baru dalam mewujudkan daerah yang aman, nyaman, dan membanggakan untuk semua.
Melalui acara ini, masyarakat juga diajak untuk semakin memahami pentingnya menghapus hambatan yang menghalangi partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Dengan dukungan penuh berbagai pihak, Tangerang diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu menghadirkan pelayanan dan ruang publik setara bagi seluruh warganya.***
