POJOKSATU.id - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kota Tangerang Selatan pada Rabu (26/11) menjadi momen penting bagi pemerintah daerah.

Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD, Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan bahwa usia ke-17 bukan lagi sekadar simbol kedewasaan.

Tetapi titik untuk melompat lebih tinggi sebagai kota yang semakin berdaya dan mampu menunjukkan identitasnya.

Baca Juga: Kok Bisa? Ketua Umum PBNU Dikudeta Pakai Surat yang Watermark-nya DRAFT

Benyamin menyebut, fase ini adalah waktu yang tepat bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengevaluasi perjalanan Tangsel.

“Dengan bertambahnya usia, kita ingin kota ini semakin responsif terhadap kebutuhan warganya. Tangsel harus hadir sebagai kota yang bekerja, berinovasi, dan membawa manfaat nyata,” ungkapnya, dikutip pojoksatu dari mediaindonesia.com

Arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan telah termuat dalam RPJMD 2025–2029 dengan visi.

Baca Juga: Tak Banyak Bicara, Tapi Sekali Bergerak NU Bergejolak, Siapa KH Miftachul Akhyar?

Tangsel Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif, Menuju Kota Lestari. Visi tersebut diterjemahkan melalui sejumlah program prioritas di berbagai sektor.


Ekonomi dan Investasi Melesat

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu sorotan. Dalam dua triwulan pertama 2025, laju ekonomi Tangsel meningkat dari 0,94% menjadi 2,57%.

Investasi juga terus masuk, dengan nilai mencapai Rp9,07 triliun hingga September 2025, melampaui realisasi sepanjang tahun 2024.

Baca Juga: APBD Banten 2026 Disahkan, Gubernur Banten Tegaskan Anggaran Fokus Pelayanan Publik Dan Pembangunan


SDM dan Ketenagakerjaan Menguat

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel mencatatkan skor 84,81 tetap tertinggi di Provinsi Banten.

Pada sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2024 turun menjadi 5,09% dari sebelumnya 5,81%. Benyamin menargetkan tingkat penduduk bekerja bisa menembus di atas 95%.


Pendidikan dan Kesehatan Dipermudah

Pemerataan pendidikan diwujudkan lewat Bosda bagi lebih dari 90 ribu pelajar TK hingga SMP, penambahan armada bus sekolah gratis, serta beasiswa bagi pelajar prasejahtera hingga guru PAUD.

Di bidang kesehatan, Tangsel telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100%. Program Ngider Sehat Premium kini menjangkau seluruh kelurahan dengan dukungan tenaga medis dan ambulans.

Pemerintah juga memberikan insentif bagi 6.000 kader posyandu untuk memperkuat pelayanan dasar.

Baca Juga: Guru Penyelamat Masa Kecil, Gubernur Banten Terharu Saat Pulang ke SDN Gandaria 03


Infrastruktur dan Lingkungan Dikebut

Upaya pembenahan kota berjalan masif. Pemerintah menangani 35 titik rawan banjir, membangun 13 kolam retensi, mengaktifkan 35 rumah pompa, serta menata lebih dari 24 km drainase.

Pembangunan 225 km jalan lingkungan dan delapan jembatan juga memperlancar mobilitas warga.

Program Tangsel Terang menambah 10.100 titik PJU hingga 2024 dan 1.441 titik tambahan pada 2025.

Baca Juga: Peran Guru Jadi Sorotan di HGN 2025, Dedikasi Tanpa Batas untuk Pendidikan Banten

Penataan kawasan kumuh seluas 63,38 hektare dan penyelesaian 1.691 rumah tidak layak huni sejak 2021 juga tercatat sebagai capaian penting.

Penguatan lingkungan dilakukan melalui 279 bank sampah dan 120 rumah maggot.


APBD Melesat dan Penghargaan Mengalir

Dengan kenaikan APBD 2025 menjadi Rp5,006 triliun atau tumbuh 8,63 persen dari 2024, pemerintah optimistis pembangunan semakin agresif.

Baca Juga: Pendidikan Inklusif Jadi Sorotan di Festival Sekolah Khusus Banten 2025

Capaian itu turut membawa Tangsel meraih sederet penghargaan nasional seperti WTP ke-13 kali beruntun, Kota Peduli HAM, Kota Layak Anak kategori Utama, serta puluhan medali olahraga.

Benyamin optimistis Tangsel akan menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah Jabodetabek.

“Kalau semua bergerak bersama, Tangsel bisa jadi kota yang benar-benar digdaya,” tutupnya dengan pantun penuh energi, dikutip pojoksatu dari mediaindonesia.com.***