POJOKSATU.id -Pagi masih gelap, embun belum juga sirna dari dedaunan di pinggir Jalan Raya Serpong. Namun Rais (63), warga Kademangan, Setu, sudah bersiap menjemput rezeki.
Seperti biasa, lelaki sepuh itu menyalakan motornya dan membawa beberapa kantong berisi sayur pesanan pelanggan.
Ia dikenal warga sebagai ojol sayur yang rajin, tak kenal lelah meski usia sudah senja. Tapi tak ada yang tahu, Selasa (21/10) dini hari itu menjadi perjalanan terakhirnya.
Baca Juga: Simpati Mengalir untuk Ibu 2 Anak yang Diceraikan Suami Jelang 3 Hari Terima SK PPPK di Aceh Singkil
Sekitar pukul 04.30 WIB, suara benturan keras memecah kesunyian. Dua motor adu banteng di dekat tikungan menuju Taman Jajan Batan Indah.
Salah satunya dikendarai Rais. Tubuhnya terlempar ke tengah jalan, sayur-mayur yang dibawanya berserakan, membaur dengan darah yang mulai mengering di aspal dingin.
“Saya dengar suara ‘dug!’ keras banget. Pas saya lari ke arah jalan, korban sudah tergeletak. Motornya nyangkut, sayurnya berantakan semua,” tutur Nur, warga sekitar yang pertama kali melihat kejadian itu.
Baca Juga: Taekwondo Bang Taja Championship 2025 Meriah, Atlet Muda Unjuk Gigi di Tangsel
Rais, kata Nur, bukan sosok asing bagi warga. Setiap pagi, ia selalu melintas di jalan itu sambil membawa pesanan sayur dari pasar.
“Orangnya baik, rajin banget. Rumahnya di belakang MAN 1 Tangsel. Tadi katanya habis dari pasar mau antar ke pelanggan,” imbuhnya lirih.
Dodi, petugas keamanan Perumahan Batan Indah, juga menjadi saksi mata. Ia menceritakan detik-detik kecelakaan maut itu.
Baca Juga: Assc. Prof. Dr. Anggy Borong 3 Penghargaan di Dies Natalis UBP Karawang yang ke-11
“Korban mau belok kanan ke arah perumahan, tiba-tiba motor Vixion dari depan ngebut banget. Langsung nyeruduk. Keras banget benturannya, dua-duanya jatuh ke tengah jalan,” katanya.
Benturan keras membuat Rais terpental beberapa meter. Helm yang dipakainya terlepas, dan tubuhnya membentur aspal dengan keras.
Luka parah di kepala dan dada membuat nyawanya tak tertolong. Sementara pengendara Yamaha Vixion yang belum diketahui identitasnya masih sempat berdiri, namun akhirnya ambruk di pinggir jalan.
“Yang satu masih hidup, tapi goyah banget. Sedangkan si ojol sudah nggak gerak. Kakinya masih nyangkut di motor, sayur-sayurnya berserakan,” ucap Dodi dengan nada sedih.
Warga sekitar bergegas menolong, tapi semuanya sudah terlambat. Rais mengembuskan napas terakhir di tempat ia biasa melintas setiap pagi.
Baca Juga: Kenapa Guru Non ASN Belum Dapat Tambahan 2 Bulan Tunjangan Sertifikasi? Ini Jawaban Resminya
Pesanan sayur yang tak sempat sampai menjadi saksi bisu perjuangan terakhirnya mencari nafkah.
Tak lama, petugas Satlantas Polres Tangerang Selatan datang ke lokasi. Mereka memasang garis polisi, mengevakuasi jasad korban, dan mengamankan kedua motor yang ringsek parah.
“Kami sedang selidiki penyebab pastinya. Dugaan sementara karena kecepatan tinggi dan kurang hati-hati di tikungan,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Tangsel, Iptu Michael Bagus.
Baca Juga: SMAN 1 Karawang Raih Juara 2 Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2025
Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengurai kronologi lengkap tragedi itu.
Sementara di rumah duka, kabar meninggalnya Rais membuat suasana haru menyelimuti keluarga.
Lelaki yang tiap pagi menebar senyum sambil membawa sayur kini telah pergi untuk selamanya meninggalkan kesedihan dan pelajaran bahwa di balik setiap perjalanan mencari nafkah, selalu ada risiko yang mengintai.***
