POJOKSATU.id - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan angkat bicara terkait pemberitaan proyek penataan kawasan kumuh di Serua.
Kepala Disperkimta Tangsel, Aries Kurniawan menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan fasilitas seperti gazebo, gapura, vertikal garden, dan beberapa item lainnya bukan tidak dibangun.
Akan tetapi dialihkan berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat dan dituangkan dalam berita acara resmi antara.
Baca Juga: Viral! Oknum Polisi Hajar Dua Siswa SPN Kupang, Aksinya Bikin Warganet Geram
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo), penyedia jasa (pelaksana), konsultan kewilayahan, Disperkimta, dan perwakilan warga setempat.
Aries memastikan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.
"Bukan tidak dibangun, tapi bukan fiktif. Itu dialihkan menjadi pekerjaan drainase lingkungan karena sifatnya lebih mendesak.
Baca Juga: BKN Mulai Tetapkan Kluster CPNS dan PPPK Berdasarkan Usia, Honorer Wajib Tahu
Lingkungan tersebut sering tergenang air ketika hujan," ujar Aries di Tangerang Selatan, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Pojoksatu.id, Kamis 13 November 2025.
Dia juga menekankan, kesepakatan perubahan item pekerjaan tersebut telah dituangkan dalam berita acara tanggal 20 Juni 2025 tentang Pengalihan Penambahan Pekerjaan Drainase.
Perubahan ini telah disetujui semua pihak serta diperkuat melalui adendum kontrak tertanggal 25 Juni 2025.
Baca Juga: Lagi-lagi Oknum TNI Diduga Peras Sopir Travel di Gowa hingga Rp30 Juta
Penyesuaian dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Dia menyebutkan, panjang drainase yang awalnya 422 meter bertambah menjadi 645,5 meter menggunakan pracetak/uditch ukuran 30 x 40 cm.
Sementara jalan lingkungan dipasang paving block jenis 3D dengan panjang total 1.313 meter.
"Untuk lebih mengoptimalkan penyelesaian jalan lingkungan di kawasan tersebut, Disperkimta mengalokasikan tambahan pekerjaan di anggaran perubahan (APBD-P)/
Tahun Anggaran 2025, yang penyelesaian pekerjaannya saat ini masih berlangsung," jelasnya.
Baca Juga: Lagi-lagi Oknum TNI Diduga Peras Sopir Travel di Gowa hingga Rp30 Juta
Sementara itu, untuk sumur resapan yang direncanakan di RT 02/RW 04 tidak diprioritaskan, mengingat berdasarkan hasil penilaian teknis, pada kedalaman 1 meter tanah sudah mengeluarkan air.
Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi syarat untuk pembangunan sumur resapan.
Sedangkan untuk pengadaan tempat sampah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Aries menjelaskan, item tersebut tidak dimasukkan ke dalam paket pekerjaan.
Baca Juga: Transjakarta dan Pelajaran Keberanian Memihak Korban, Saat BUMD Harus Pilih Pihak yang Benar
Hal ini mengacu pada rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan bahwa barang-barang yang akan diserahterimakan kepada masyarakat tidak diperkenankan masuk dalam paket pekerjaan fisik.
"Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai aturan pengadaan barang dan jasa, serta disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan.
Prinsip kami adalah pembangunan harus bermanfaat langsung bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Aries.
Baca Juga: Heboh Sepatu Terpapar Cs-137, Wamenkes dan BPOM Akhirnya Buka Suara
Aries menambahkan, seluruh proses kegiatan dilakukan melalui mekanisme yang transparan, partisipatif, dan terdokumentasi mulai dari tahap perencanaan hingga serah terima hasil pekerjaan.
"Semua tahapan kegiatan sudah sesuai prosedur. Tidak ada pekerjaan fiktif. Yang dilakukan adalah penyesuaian item sesuai kebutuhan lapangan dan hasil musyawarah warga," ujar dia.
Disperkimta memastikan tetap berkomitmen menjalankan program penataan kawasan kumuh secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Kami terbuka terhadap pengawasan publik dan media, namun penting agar setiap informasi disampaikan berdasarkan data dan konfirmasi berimbang," tutup Aries.
Perihal pengalihan pekerjaan, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Reza mengatakan sebelumnya telah dilakukan pertemuan semua pihak terkait.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pekerjaan gazebo dan vertical garden dialihkan untuk pekerjaan drainase dan paving block jalan.
Baca Juga: Job Fair Tangerang 2025 Resmi Dibuka! Ribuan Peluang Kerja Menanti di Festival Cisadane
"Alhamdulillah, warga mengapresiasi karena adanya pekerjaan drainase menjadikan genangan air sudah tidak ada dan jalan lebih rapih dan bagus.
Jadi pengalihan pekerjaan ini malah manfaatnya besar untuk masyarakat, warga senang," ucap Reza.
Sementara Ketua RT 07 RW 04, Edi Supriadi, menyebut warganya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Disperkimta.
Baca Juga: Dari Tambang sampai Energi, Seberapa Luas Jejak Bisnis Luhut Binsar Pandjaitan?
"Pekerjaan sudah selesai dan warga sangat merasakan manfaatnya," kata Edi.
Begitu juga Ketua RT 02 RW 04, Dede Sriharyati menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Tangsel yang telah membuat kawasan tersebut menjadi lebih baik.
"Drainase jadi bagus. Jalan yang rusak, sekarang sudah normal dan nyaman dilalui kendaraan," tandasnya.***
