POJOKSATU.id - Warga Gading Serpong digemparkan dengan kabar tewasnya seorang siswa kelas 8 Sekolah Pahoa, Gading Serpong, Tangerang.
Siswa berinisial N (13) ditemukan tak bernyawa usai diduga terjun dari atas gedung sekolah, Selasa (4/11/2025).
Hingga kini, penyebab pasti peristiwa tragis itu masih menjadi misteri.
Baca Juga: Purbaya Wanti-Wanti Bank Pelaksana KUR, Jangan Jadikan Program Rakyat Ladang Cuan!
Berdasarkan informasi yang beredar, N diduga menjadi korban perundungan (bullying) sebelum kejadian.
Dugaan ini mencuat setelah sejumlah warganet mengunggah pesan dan kesaksian di media sosial.
“Saya alumni Pahoa. Dari info yang beredar dari adik kelas, korban merupakan korban bullying,” tulis akun X @fapperswagger, dikutip Rabu (5/11/2025).
Baca Juga: Taspen Buka Suara Soal Isu Rapelan Pensiunan dan Perpres No 79 Tahun 2025, Ini Faktanya!
Kabar meninggalnya siswa tersebut pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan warga sekitar Gading Serpong dan BSD.
“Hari ini emak-emak se-Gading Serpong, BSD sampe PIK, kayaknya rame bahas soal kematian murid kelas 8 di sekolah Paho GS,” tulis akun Threads @madam_indonesia.
Unggahan itu kini telah dihapus, namun tangkapan layarnya telah beredar luas.
Baca Juga: Loker General Admin di PT Paras Estetika Dikara Indonesia, Gaji hingga Rp6,5 Juta!
Kejanggalan lain juga muncul. Berdasarkan penelusuran, seluruh CCTV di sekitar lokasi kejadian dilaporkan mati pada saat insiden berlangsung.
Tak ada saksi mata yang melihat langsung momen jatuhnya korban. Kondisi ini membuat publik semakin curiga akan adanya sesuatu yang disembunyikan.
“Kuhapus karena ada yang bilang dengan baik-baik, ‘Sudah cukup, yang penting awareness-nya sudah dapet’,” tulis akun @madam_indonesia menambahkan.
Ketertutupan pihak sekolah terhadap insiden ini menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan di kalangan orangtua siswa. Beberapa warganet bahkan menolak anggapan bahwa korban bunuh diri.
“Banyak orangtua nggak percaya kalau itu bundir. Yang bikin hoaks itu malah lebih jahat. Bayangin perasaan ortunya,” tulis akun lain di media sosial.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Percepat Proses Penataan Kabel ke Bawah Tanah
Lebih memilukan, keluarga korban disebut belum mendapat kejelasan dari pihak sekolah terkait kronologi dan bukti kejadian.
“CCTV-nya tidak bisa diberikan ke keluarga? Kenapa tempat kejadian perkara tiba-tiba dibersihkan? Kami butuh kebenaran,” ungkap akun Threads @iusdewantar26.
Dalam pesan internal yang beredar, pihak sekolah Pahoa menyatakan belasungkawa mendalam atas meninggalnya siswa tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi Pantai Terindah di Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List 2025!
Mereka juga meminta para orangtua siswa untuk tidak memperbincangkan kasus ini lebih lanjut agar tidak menambah duka keluarga korban.
“Hal-hal lain yang sekiranya hanya akan memicu duka lebih dalam sebaiknya tidak dibicarakan di grup ini, dan jangan juga ditanyakan kepada anak-anak,” tulis pernyataan pihak sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekolah Pahoa dan kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian siswa berinisial N tersebut.
Baca Juga: Resmi! Perpres 79/2025 Naikkan Gaji ASN & Pensiunan, Tapi Taspen Ingatkan Hal Ini
Publik kini menanti penjelasan terbuka agar peristiwa tragis ini tak menimbulkan spekulasi lebih luas.***
