POJOKSATU.id - Pemkot Tangsel berjanji akan membeli lahan SDN Lengkong Karya di Serpong Utara untuk mengakhiri polemik.
Sebelumnya, pemilik lahan menagih pembayaran lahan SDN Lengkong Karya yang tak kunjung dilakukan.
Karena itu, pemilik lahan memilih memblokir akses masuk sekolah dengan memasang tembok beton dan menyisakan sedikit sekedar untuk lewat.
Baca Juga: Ketum Projo Budi Arie Setiadi jadi Menkominfo hanya untuk Bagi-bagi Kue Kekuasaan
Menurut pemilik tanah bernama Hardi, menyatakan pemagaran dilakukan pada Sabtu pekan lalu.
Namun dia sangat kecewa lantaran Pemkot Tangsel hanya berencana membeli tanah milik Supriyadi seluas 20 meter persegi.
Bukan membeli lahan miliknya yang luasnya mencapai 1.600 meter persegi.
Baca Juga: Membongkar Motif Waliyin Mutilasi Redho Tri Agustian, Kriminolog tak Nyaman Lihat Pose di Instagram
Akibatnya, lahan yang akan dibeli itu nantinya akan digunakan untuk membuat gerbang baru di samping sekolah.
Sehingga gerbang lama mengarah ke lahan milik Hardi.
Menurut Supriyadi, yang rumahnya berada tepat di samping SD Negeri Lengkong Karya, masalah ini terjadi karena Hardi dongkol karena cuma dijanjikan Pemkot Tangsel tanpa realisasi.
Baca Juga: Cerita Agustina Sovia Marcony Sampai Dilirik William Wongso dan Ashanti, Dulunya Cuma Jualan Triplek
Pihak Pemkot dulunya berencana untuk membeli lahannya yang dipakai untuk jalan masuk sekolah.
Janji itu disampaikan Pemkot Tangsel sejak 2015 namun hingga 2023, janji itu tak kunjung terealisasi.
"Kemarin itu masalah pembangunan jalan belum beres mau digali gorong-gorong dan tidak izin. Nah itu yang jadi masalah sehingga dipager, kesel jadinya," ujar Supriyadi, Selasa 18 Juli 2023.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ketakutan, Susi Pudjiastuti Ngaku Kena Semrot
Akibat sengkarut pembayaran itu, tembok yang saat ini menutupi sekolah SDN Lengkong Karya ini rencananya ditutup secara permanen oleh Hardi.
Pemkot Tangsel memutuskan untuk memindah akses masuk sekolah lewat tanah di depan rumah Supriyadi.
Pria itu pun mengatakan sudah berkomunikasi dengan pihak Pemkot Tangsel yang nantinya akan membeli lahan miliknya seluas kurang dari 20 meter persegi.
Baca Juga: Angkat Ketum Projo jadi Menkominfo adalah 'Pembalasan' Jokowi untuk Sindiran Surya Paloh dan Nasdem
"Saya jual juga pasti ada oret-oretan lahan saya kurang lebih hanya 20 meter."
"Saya minta di angka Rp7 juta saya minta per meter, karena kan itu saya ga niat jual. Itu di depan rumah saya terpaksa karena tanah segitu-gitunya," kata dia.
Merespons hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie berjanji akan membeli lahan itu sebagai akses untuk anak-anak sekolah.
Baca Juga: Tetangga Baru Tahu Namanya Waliyin, Yakin Eksekusi Bukan di Kos, Suara Air Kran aja Terdengar
"Itu kan jalan akses memang mau kami beli. Saya menjamin akses jalan untuk SD Negeri Lengkong Karya," kata Benyamin, saat dikonfirmasi.
Benyamin mengakui terdapat permasalahan mengenai pembayaran lahan pribadi itu.
Dia menyebut penganggaran untuk pembelian lahan di lokasi menemui kendala.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Picu Kedatangan Pemain Top ke Liga Arab Saudi, Lah Messi Malah Pilih MLS
Alasannya, anggaran yang disiapkan terpaksa dialokasikan untuk kepentingan yang lain ketika masa pandemi Covid-19.
"Sudah dialokasikan tapi dialihkan dulu, memang untuk yang lain," ucap Benyamin.
Benyamin juga menjanjikan pengadaan lahan untuk akses jalan SD Negeri Lengkong Karya akan segera dianggarkan kembali.
Baca Juga: Jokowi Angkat Ketum Projo Budi Arie jadi Menkominfo, Sekjen PDIP Bersuara Lantang
Hal itu akan dimasukkan ke anggaran perubahan.
"Di anggaran perubahan ini akan kami bayar untuk jalan akses sekolah," pungkasnya.
Reporter: Fandi

