POJOKSATU.id - Sejumlah wilayah di Provinsi Banten, termasuk Kota Tangerang Selatan, diprediksi menghadapi kondisi cuaca ekstrem pada 3 hingga 8 Desember 2025.

Peringatan ini disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II setelah memantau adanya peningkatan aktivitas atmosfer yang berpotensi memicu hujan deras.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa periode awal Desember dipengaruhi dinamika atmosfer yang cukup intens.

Baca Juga: Update Bencana Sumatera, Korban Tembus 753 Jiwa, 650 Hilang, Puluhan Ribu Mengungsi, Kerusakan Meluas

Aktivitas gelombang atmosfer Kelvin disebut masih aktif melintas di Indonesia bagian barat, sehingga memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan berintensitas tinggi.

Memasuki 5 hingga 8 Desember, pola cuaca diprediksi semakin dinamis. Gelombang Rossby Ekuatorial menjadi faktor dominan yang memperkuat perkembangan awan hujan di wilayah Banten.

Kombinasi kedua gelombang tersebut, kata Hartanto, menyebabkan kondisi atmosfer semakin labil dan rawan memunculkan cuaca ekstrem.

Baca Juga: CPNS 2026 Semakin Ketat! Ini Soal Wajib yang Harus Dikuasai Biar Tak Gagal di SKD

Selain itu, kelembapan udara pada lapisan 850–500 mb berada pada rentang 70–100 persen.

Tingkat kelembapan ini dinilai sangat ideal untuk pembentukan awan Cumulonimbus, yang kerap menjadi pemicu hujan lebat hingga angin kencang.

Berdasarkan analisis tersebut, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur beberapa wilayah.

Baca Juga: Hadapi Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Layanan

Seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, wilayah barat dan selatan Kabupaten Serang, Kota Serang, serta sebagian area Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Hartanto meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Ancaman seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga genangan air dapat terjadi sewaktu-waktu apabila hujan intens berlangsung lama.

Ia juga mengimbau warga untuk memantau informasi cuaca terbaru dari kanal resmi BMKG serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman.

Seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan menghindari aktivitas di area rawan bencana saat cuaca buruk.

Baca Juga: Baru Diangkat PPPK, Personel Damkar Selebrasi di Atap Truk Pemadam! Viral di Sosial Media

Dengan potensi cuaca ekstrem ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.***