POJOKSATU.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak penguatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus agen kepedulian lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara nonton bareng dan bedah film dokumenter “Kado Dari Negeri Seberang” yang digelar Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang di Aula Bioskop Perpustakaan Daerah, Selasa (16/12/25).
Menurut Bupati Maesyal Rasyid, mahasiswa sebagai intelektual muda memiliki posisi penting dalam mendorong perubahan sosial, khususnya dalam isu peningkatan kualitas SDM dan penanganan lingkungan hidup yang kini menjadi tantangan serius, salah satunya persoalan sampah.
Baca Juga: Disdagin Kabupaten Bogor Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
“Saya ingin para mahasiswa, intlektual muda Kabupaten Tangerang turut aktif jadi penggerak peningkatan SDM dan kepedulian lingkungan.
khususnya penanganan sampah yang saat ini menjadi fokus yang diangkat dalam film dokumenter Kado Dari Negeri Seberang ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid, dikutip pojoksatu.id dari pemkabtangerang.go.id
Ia mengungkapkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Tangerang yang mencapai sekitar 3,4 juta jiwa.
dibutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, daya juang, serta kemauan kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Daerah maju di masa depan tidak mungkin diisi oleh orang-orang biasa, melainkan orang-orang yang pintar dan cerdas, punya nyali, berani dan usaha yang kuat untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi menggapai cita-cita Indonesia Maju, Indonesia Emas,” tandasnya.
Dalam upaya menyiapkan SDM unggul, Pemkab Tangerang telah menggulirkan berbagai program pro-rakyat di bidang pendidikan.
Baca Juga: Gerakan Tanam Cabai di Jasinga Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani Bogor
Salah satunya adalah program beasiswa kuliah gratis bagi lulusan SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
“Program ini telah memberangkatkan 235 siswa, termasuk mereka yang kuliah di Al-Azhar Kairo, Swiss German University, IPB, dan Untirta, khususnya menyasar orang tua dengan perekonomian terbatas. Selain itu.
Pemkab memberikan fasilitas bedah rumah, sekolah gratis, dan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen ini diperkuat dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 25% dari APBD, melebihi batas mandatori,” imbuhnya.
Terkait isu lingkungan yang menjadi tema utama film tersebut, Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Tangerang terus melakukan terobosan dalam pengelolaan sampah.
Saat ini, pengolahan sampah di TPA Jatiwaringin dilakukan dengan sistem Geo Membran untuk menekan gas metana.
Baca Juga: Bukan Tengah Malam, Semua Jadwal UTBK–SNBT 2026 Berakhir pada Jam Berikut Ini
Selain itu, Kabupaten Tangerang juga ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh daerah pilot project nasional Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Proyek PSEL ini, akan dilaksanakan sepenuhnya melalui pembiayaan BUMN Danantara dan tidak membebani pemerintah daerah.
Program ini juga akan menerapkan kolaborasi aglomerasi, mengolah sampah dari Kabupaten, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan,” jelasnya.
Baca Juga: Ujaran Kebencian Berbasis Suku dan Ras Terus Berulang, Media Sosial Jadi Pemicu Konflik Baru
Kegiatan nonton bareng dan bedah film ini menjadi forum strategis bagi Pemkab Tangerang untuk menyampaikan visi pembangunan daerah.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan OPD, ikatan mahasiswa, tokoh pemuda, dosen, guru, siswa SMA/SMK, serta sutradara film.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyempatkan diri menyapa anak-anak PAUD serta memberikan pesan agar rajin belajar, beribadah, dan menghormati guru serta orang tua.***
