POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus memperkuat kegiatan pembinaan karakter bagi generasi muda.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Scout and Dance Festival yang resmi dibuka Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Transpark Mall Bintaro pada Sabtu (15/11/2025).

Festival ini diharapkan mampu kembali menggairahkan aktivitas ekstrakurikuler di kalangan pelajar.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN Stabil di Akhir 2025, Kebijakan Pro Rakyat di Tengah Tekanan Makro?

Dalam sambutannya, Benyamin menekankan bahwa festival tersebut bertujuan membangun karakter disiplin serta kreativitas pelajar.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kegiatan yang melibatkan interaksi langsung dinilai penting untuk menjaga keseimbangan perkembangan mental dan sosial siswa.

“Festival ini bertujuan membangun karakter disiplin dan kreatif. Serta menyediakan ruang ekspresi, kolaborasi, dan kompetisi yang sehat bagi generasi muda di era digital,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Gintungkerta Karawang Geruduk PT Triguna, Protes Bau Menyengat Diduga dari PT Glinda

Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir melalui kolaborasi harmonis antara dua ekstrakurikuler besar, yakni Kepramukaan dan Ratoh Jaroe.

Sinergi keduanya dianggap menjadi simbol perpaduan nilai kepemimpinan dan kedisiplinan dengan kreativitas seni dan budaya.

“Kegiatan ini adalah kolaborasi, kerja sama yang harmonis antara kegiatan ekstrakurikuler penting yaitu Kepramukaan dan Ratoh Jaroe.

Baca Juga: PLN Pastikan Alokasi Subsidi Listrik bagi Golongan Sosial dan UMKM Tak Berubah Tahun Ini, Bayar dengan Harga Terjangkau

Hal ini menunjukan bahwa generasi muda kita melalui pramuka adalah generasi yang mampu menggabungkan nilai-nilai disiplin dan kepemimpinan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Scout and Dance Festival memiliki tiga tujuan utama menghidupkan kembali minat pelajar terhadap kegiatan ekstrakurikuler, membentuk karakter disiplin dan kreatif.

Serta menghadirkan ruang bagi pelajar untuk berekspresi, berkolaborasi, dan berkompetisi secara sehat.

Menurut Benyamin, kegiatan seperti ini harus terus didorong agar siswa tidak kehilangan kesempatan untuk membangun karakter di tengah kuatnya pengaruh teknologi.

“Di tengah gempuran teknologi, kita harus memberikan ruang kepada anak-anak kita supaya tidak kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dan membangun karakter,” katanya.

Baca Juga: DPC GMNI Kabupaten Serang Tegas Tolak Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto

Festival yang berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025, ini diikuti oleh berbagai kelompok pelajar dari Tangsel dan wilayah sekitarnya.

Para peserta menampilkan kreativitas sekaligus menunjukkan kemampuan kerja sama tim dalam berbagai kategori lomba.

Benyamin menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata peran generasi muda dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi diri.

Baca Juga: Schneider Electric Indonesia Raih Penghargaan Asia ESG Positive Impact Awards 2025

Ia berharap festival ini dapat melahirkan pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat serta bangga terhadap identitas budaya bangsa.***

“Melalui kompetisi ini saya harap akan lahir generasi-generasi yang berkarakter kuat, cerdas, dan bangga akan budaya bangsanya,” pungkasnya.***