POJOKSATU.id - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-19 Kota Tangerang Selatan berlangsung dengan nuansa evaluasi dan optimisme.
Dalam rapat paripurna yang digelar Rabu (26/11/2025), Wali Kota Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kolaborasi seluruh unsur masyarakat telah membawa Tangsel pada deretan capaian pembangunan yang nyata sepanjang 2025.
Benyamin menegaskan bahwa perekonomian kota terus bergerak menguat.
Baca Juga: Bangkai Pesawat yang Jatuh di Karawang Dibawa ke Curug untuk Investigasi KNKT
Aktivitas masyarakat yang kembali bergairah, kemudahan proses perizinan usaha, pembangunan infrastruktur yang merata, serta peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi faktor pendorong utama.
Menurutnya, indikator ekonomi juga tercermin dari realisasi investasi. Hingga triwulan ketiga, penanaman modal baik dari dalam negeri.
Maupun asing sudah menembus capaian sepanjang tahun lalu. Iklim usaha yang semakin kondusif disebut menjadi alasan tingginya minat investor.
Baca Juga: Update Terbaru Korban Banjir Bandang Aceh, 47 Orang Meninggal Dunia, 51 Orang Masih Hilang
Di bidang pembangunan manusia, Tangsel kembali menempati posisi teratas di Provinsi Banten untuk nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Angka ini didorong oleh meningkatnya kualitas pendidikan, bertambahnya angka harapan hidup, serta meningkatnya kesejahteraan keluarga.
Benyamin juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran yang menurun dibanding tahun sebelumnya menjadi tanda bahwa pasar kerja semakin terbuka.
Baca Juga: CEK Daftar LPTK yang Sudah Buka Informasi Lapor Diri PPG Guru Tertentu Tahap 5 pada 29 November 2025
Ia berharap tren ini terus berlanjut sehingga lebih banyak warga yang terserap ke dunia kerja dan memiliki daya saing tinggi.
Aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak kembali menjadi sorotan.
Pemerintah pusat menegaskan akan menggelar penertiban besar-besaran untuk menghentikan operasi ilegal yang belakangan viral melalui potret tenda-tenda biru di media sosial.
Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Kementerian Kehutanan, Ruadianto Saragih Napitu, bersama.
Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, tiba di kantor Gubernur Banten untuk membahas rencana penertiban. Keduanya disambut langsung oleh Gubernur Andra Soni.
Dalam rapat tersebut, dibahas strategi penertiban menyeluruh di wilayah Halimun Salak yang sebagian masuk dalam Provinsi Banten.
Ruadianto menjelaskan bahwa langkah pertama adalah membongkar seluruh fasilitas tambang yang ditinggalkan para pelaku, termasuk tenda-tenda biru yang menjadi simbol aktivitas PETI.
“Seluruh fasilitas ilegal itu akan dibersihkan. Kami pastikan kawasan hutan kembali steril dari aktivitas pertambangan,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari radarbanten.co.id
Langkah ini disebut menjadi komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kawasan konservasi dari kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat aktivitas tambang ilegal.***
