POJOKSATU.id - Insiden penyiraman air keras kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan.
Kali ini, seorang ayah berinisial GS (57) dan putranya RA (20) menjadi korban saat melintas di kawasan Pamulang pada Selasa dini hari (18/11).
Keduanya mengalami luka bakar serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tangsel.
Baca Juga: Gemini 3 Dirilis Diam-Diam, Bukan Sekadar Chatbot, Google Pamer Lompatan Era Agen Cerdas
Anjas (31), putra pertama GS, menuturkan bahwa ayahnya baru selesai bekerja di Jakarta dan dijemput oleh RA di sekitar Pasar Ciputat.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah di wilayah Serua.
Saat melewati Jalan Aria Putra, keduanya melihat sekelompok pemuda terlibat bentrokan.
Baca Juga: Orasi Tajam Jokowi di Singapura! Klaim RI Kini Raksasa Digital Berkat Infrastruktur Satu Dekade!
Untuk menghindari situasi yang tidak aman, GS dan RA memilih menepi di depan Masjid Darussalam sambil menunggu keadaan kondusif.
“Di depan Masjid Darussalam memang ada keributan antar pemuda.
Ayah dan adik saya akhirnya menghentikan motor dan menepi dulu,” ujar Anjas saat dihubungi. dikutip Pojoksatu.id dari jpnncom pada Kamis (20/11/2025).
Baca Juga: Publik Geram! Slip Gaji Guru Honorer Tersisa Rp 66 Ribu, Potongan Koperasi Jadi Sorotan
Tak lama setelah suasana tampak lebih tenang, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Namun baru beberapa meter melaju, keributan kembali pecah.
Pada momen itulah, seorang pelaku yang diduga bagian dari kelompok tawuran tiba-tiba melemparkan cairan diduga air keras ke arah mereka.
Serangan mendadak tersebut membuat GS dan RA mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Warga yang melihat kejadian cepat memberikan pertolongan dan membawa keduanya ke rumah sakit swasta.
Setelah pemeriksaan awal, keduanya dirujuk ke RSUD Tangsel untuk penanganan lanjutan.
Berdasarkan informasi, RA mengalami luka bakar pada wajah bagian kanan, leher, dan tangan. Sementara sang ayah, GS, terkena percikan cairan keras di area wajah.
Hingga kini, pihak keluarga menunggu perkembangan kondisi mereka sembari berharap pelaku dapat segera ditangkap.
Warga sekitar juga meminta aparat lebih aktif mengantisipasi aksi tawuran yang kerap memakan korban tak bersalah.***
