POJOKSATU.id, Tangsel - Gelombang arus balik Lebaran mulai terasa di Kota Tangerang Selatan sejak Selasa, 24 Maret 2026.
Pemerintah kota mengantisipasi lonjakan pendatang baru yang berpotensi memicu urbanisasi pascalibur panjang.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengingatkan warga yang kembali dari kampung halaman agar tidak membawa tambahan anggota baru tanpa perencanaan jelas.
Ia menekankan pentingnya konsistensi jumlah anggota keluarga saat berangkat dan kembali.
“Kalau pulang berempat, balik juga berempat. Jangan sampai bertambah tanpa kesiapan,” ujarnya.
Benyamin menegaskan, setiap pendatang wajib melapor ke pengurus lingkungan setempat.
Pendataan dinilai penting untuk memastikan identitas kependudukan tercatat dengan baik dan memudahkan pengawasan.
Ia memastikan pemerintah tidak melarang warga dari daerah lain untuk mencari penghidupan di kota.
Namun, ia menekankan bahwa pendatang harus memiliki keterampilan dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai penting agar para pendatang tidak menambah beban sosial, baik bagi keluarga maupun pemerintah daerah.
Benyamin juga berharap pertumbuhan ekonomi di daerah asal dapat menekan laju urbanisasi ke kota besar.
Data terakhir menunjukkan jumlah penduduk Tangerang Selatan mencapai sekitar 1,47 juta jiwa dengan tingkat kepadatan hampir 9 ribu jiwa per kilometer persegi.
Struktur demografi kota ini didominasi usia produktif sebesar 72,20 persen, dengan rasio ketergantungan 38,51 persen.
Sementara itu, kepolisian memprediksi puncak arus balik akan berlangsung bertahap pada 24 hingga 25 Maret 2026.
Kepala Unit Turjawali Polresta Tangerang, Iptu Asep Dedi Budiman, menyebut volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan seiring berakhirnya cuti bersama.
“Peningkatan terjadi bertahap, tapi cukup terasa,” kata Asep.
Petugas lalu lintas disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur tol dan arteri.
Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masuk wilayah Kabupaten Tangerang.
Sebanyak 12 pos pengamanan dan pelayanan telah didirikan.
Personel juga digelar dari perbatasan Tangerang Selatan hingga Kabupaten Serang untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali.

