POJOKSATU.id - Program Bus Sekolah Gratis yang dijalankan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Hingga semester pertama tahun 2025, tercatat hampir 60 ribu siswa telah memanfaatkan layanan angkutan sekolah gratis tersebut.
"Kalau untuk semester pertama, atau enam bulan pertama tahun 2025 ini, pengguna bus sekolah sudah hampir mencapai sekitar 60 ribu siswa.
Baca Juga: Sejarah Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, Saksi Penculikan Soekarno dan Hatta
Data itu kita ambil secara manual melalui absensi yang ada di sekolah," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, Kamis (30/10).
Ia menyampaikan, pelaksanaan program ini berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Program bus sekolah ini berjalan sesuai rencana dan hasil evaluasinya cukup memuaskan. Masyarakat merasa terbantu, terutama dari sisi biaya transportasi anak sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu lebih lanjut, Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang Dishub Tangsel, Galang Andhika menjelaskan, berdasarkan data hingga Agustus 2025, jumlah penumpang layanan bus sekolah gratis tercatat 56.479 siswa.
"Naik 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang berjumlah 30.459 penumpang," paparnya.
Untuk rinciannya per bulannya, bus sekolah gratis ini melayani sebanyak 6.840 siswa di Bulan Januari, lalu Februari 8.272 siswa.
Baca Juga: Ning Dini Raih Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025, Bela Kesejahteraan Guru Madrasah
Maret 3.766 siswa, April 6.231 siswa, Mei 6.189 siswa, Juni 5.618 siswa, Juli 7.734 siswa, dan Agustus 11.829 siswa.
Kenaikan tertinggi terjadi pada bulan Agustus, sedangkan penurunan sempat terlihat pada bulan Juni karena masa class meeting dan libur sekolah.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, tren pengguna meningkat signifikan. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap layanan ini semakin tinggi,” ujar Galang.
Selain membantu meringankan beban transportasi orang tua, program bus sekolah juga berdampak positif terhadap kondisi lalu lintas di Tangsel.
Berdasarkan hasil kajian tahun 2024, terjadi peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan pada jam sibuk di beberapa ruas utama seperti Jalan Boulevard BSD Timur, Jalan Ciater Raya, Jalan Cirendeu Raya, dan Jalan Pahlawan Seribu.
“Berkurangnya jumlah kendaraan pribadi yang mengantar anak sekolah ikut menurunkan kepadatan di sekitar area pendidikan,” jelas Galang.
Dishub Tangsel berencana melakukan evaluasi menyeluruh untuk menyesuaikan kebutuhan armada di lapangan agar layanan tetap optimal.
“Program ini akan terus kami kembangkan agar manfaatnya semakin luas dan bisa dinikmati lebih banyak siswa di Tangsel,” pungkasnya.
Baca Juga: Gegara Kasus Pencemaran Nama Baik, Hendra Lie Dihukum 10 Bulan Penjara
Untuk diketahui, layanan bus sekolah gratis ini dijalankan berdasarkan Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 40 Tahun 2023 tentang Angkutan Sekolah Gratis.
Saat ini, Dishub mengoperasikan sembilan rute dengan sepuluh unit bus yang melayani puluhan sekolah di seluruh wilayah kota.***
