POJOKSATU.id -Kasus dugaan perundungan kembali terjadi di lingkungan sekolah.
Seorang siswa SMP Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MH (13), diduga menjadi korban bullying dari teman-teman sekelasnya.
Akibatnya, kondisi tubuh MH kini memburuk hingga lemas dan tak mampu berjalan.
Baca Juga: 99 Siswa SMP Pupuk Kujang Ikuti Diklatsar Bareng Kodim 0604 Karawang
Kakak korban, Rizky, mengungkapkan bahwa adiknya sudah kerap mengalami tindakan kekerasan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa waktu lalu.
Namun, puncak perundungan terjadi pada Senin (20/10).
“Sejak masa MPLS sudah sering diganggu, tapi yang paling parah itu waktu 20 Oktober. Dia dipukul di kepala pakai kursi,” ujar Rizky, Senin (10/11).
Baca Juga: KKS Baru Belum Cair, Warga Keluhkan Telatnya Bansos Usai Peralihan dari PT Pos ke Bank Himbara
Usai kejadian itu, MH mulai merasakan sakit luar biasa di kepala pada keesokan harinya. “Sehari setelah kejadian baru ngadu ke keluarga karena sudah nggak kuat nahan sakit,” ungkapnya.
Setelah ditelusuri, korban akhirnya mengaku sudah berulang kali menjadi sasaran kekerasan fisik, mulai dari dipukul hingga ditendang oleh teman-temannya.
“Baru mau cerita setelah sakitnya parah. Sebelumnya dia diam saja,” kata Rizky.
MH sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Tangsel. Namun karena kondisinya terus menurun, ia dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
“Kondisinya sekarang memprihatinkan. Badannya lemas, nggak bisa jalan, matanya rabun, sering pingsan, dan susah makan,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, menyebut pihaknya sudah mengambil langkah awal.
“Sudah kami mediasi antara orang tua korban dan pelaku, juga pihak sekolah,” kata Deden.
Dindikbud juga akan memantau kondisi MH secara langsung. “Kami sudah berkunjung ke rumah korban untuk memastikan kondisinya dan mencari informasi lebih lanjut,” pungkasnya.***
