Kamis, 16 April 2020 (00:00) Kabid Humas Sulsel, Erwin Bismillahirahmanirahim, Assalamualaikum Wr. Wb Kita bersama Gubernur Sulsel dalam rangka Update dan memberikan pengarahan untuk kita semua berkaitan dengan penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Sulsel. Kita akan mendengarkan pengarahan dari Bapak Gubernur Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah: Bismillahirahmanirahim, Asssalmualikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semua, teman-teman saya dari berbagai media yang saya cinta hormati dan banggakan. Pertama, saya sudah bisa menebak, pasti teman-teman sudah bertanya-tanya soal PSBB. Jadi pertama, saya ingin meminta ketulusan hati teman-teman media, supaya penerapan PSBB ini jangan menjadikan masyarakat panik, jangan membuat berita yang membuat masyarakat kita jadi stres. Apalagi yang namanya, keresahan terhadap kebutuhan pokok dan sebagainya. Jadi PSBB ini sebenarnya sudah jalan, cuman memang kita tidak boleh melakukan law enforcement, penegakan hukum, karena tidak ada payung hukum. Apa yang membedakan sebelum PSBB dan sekarang, jadi sebelum PSBB kita ….. (suara overlap dengan audiensi) …. Sebelum pemberlakuan PSBB, kita sebenarnya sudah melakukan isolasi mandiri, di wilayah tertentu, tetapi kita belum melakasanakan secara bersama-sama. Jadi PSBB ini tentu harus diikuti dengan peraturan Wali Kota, ini nanti yang akan mengatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Kalau tidak boleh dan tetap kita lakukan pasti ada sanksi hukum. Nah ini teman-teman harus tahu. Yang pasti kehidupan kita sama sampai sekarang ini, cuman memang nanti tentu akan ada wilayah tertentu yang menjadi episentrum penularan, virus corona ini. Ini yang sedang kita bicarakan, ini pun akan kita lakukan isolasi wilayah kecil, apakah itu tingkat RT/RW, kelurahan, ini tentu diawali pastikan bahwa saudara-saudara kita itu sudah memiliki logistik yang cukup menghadapi isolasi wilayah ini. Jadi tidak akan mungkin melakukan isolasi wilayah tanpa bekal logistik, itu satu. Kedua, tentu dengan pemberlakukan PSBB ini, wajib bagi masyarakat Sulsel itu menggunakan masker, khususnya Makassar, sekarang sudah ada anjuran WHO dan itu sudah dilaksanakan pada kita untuk menggunakan masker. Tetapi yang akan datang tentu sudah ada sanksi bagi yang tidak memakai masker, nah bagi yang tidak punya masker, Pemerintah Provisni sudah mencetak ada 30.000 masker, ditambah lagi banyak lembaga sosial yang lain juga ikut menumbang masker. Jadi saya kira tidak ada lasan lagi, kita bagi-bagi masker dimana-mana termasuk di pasar, di tempat lain juga kita bagi. Jadi saya berharap teman-teman media, untuk mendukung Pemerintah agar kita bersama-sama memutus rantai penularan Covid ini dengan cara berikan semangat pada rakyat, jangan justru memberikan berita yang membuat masyarakat panik. Berika kepada masyarakat, bahwa Covid-19 ini bukan aib, tetapi ini benar-benar virus. Dan kita berikan nasehat pada masyarakat jaga imunitas tubuh, hidup sehatm tidur cukup, pastikan gizi cukup sehingga imunitas bisa terjaga. Mohon diberikan kepada masyarakat khususnya Makassar, bahwa pemberlakukan PSBB, itu melalui sosialisasi dulu kepada masyarakat. Setelah itu akan kita penuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang akan menjadi target isoalasi wilayah. Terus bagi saudara-saudara kita yang dalam kondisi sehat dan normal, silahkan bekerja seperti biasa, dengan jangan lupa menggunakan masker, fisikal distancing dijaga, tentu juga ada anjuran bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Tetapi ada juga pekerjaan yang tidak bisa kita kerjakan di rumah. Nah ini tentu harus kita taati bersama. Saya kita itu, jadi kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan silahkan. - Pertanyaan pertama Firdaus, Kabar Makassar: PSBB ini dari tadi pagi sudah banyak beritanya, bahwa kemenkes menyetujui, jadi seolah-olah masyarakat berpikir akan diberlakukan. Tadi dijelaskan ada sosialisasi, penerbitan perwali dan segala macam. Kira kira kapan tagetnya kapan diberlakukan, ini kan ada hak masyarakat yang harus dipenuhi sebelum ini diberlakukan? Apa hak warga dan kewajiban pemerintah. - Gubernur NA: Tadi sudah saya jelaskan bahwa masyarakat jangan risau, bahwa penerapan PSBB ini diawali dengan sosialisasi dan kedua isolasi wilayah tentu tidak semua, yang akan menjadi fokus kita adalah wilayah episentrum penularan. Skalanya kecil, RT/RW atau kelurahan. Ketigas, setelah sosialisasi kita tentu harus kita penuhi kebutuhan dasar masyarakat disana. Minimal kebutuhan untuk kebutuhan 14 hari, tentu kita berharap dengan terpenuhinya sebuah kebutuhan masyarakat, mudah-mudahan bisa lebih disiplin, berdiam diri di rumah. Jadi kita tidak usah khawatir, tidak akan mungkin, penerapan PSBB ini, jika belum tersosialisasi dengan baik. Pasti akan kita sampaikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, terutama wilayahnya pasti akan kita umumkan, wilayah yang menjadi episentrum penularan, itu yang akan kita sampaikan. Makanya sosialisasi ini penting sebelum penerapannya.

Cegah Penyebaran Covid-19, PMI Desinfeksi Lanud Halim

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) menjalankan operasi penyemprotan desinfektan di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (16/42020). PMI mengerahkan 2 unit Gunner untuk menyisir bangun-bangunan yang berada di wilayah Lanud Halim perdana kusuma. Wakil Ketua PMI Jakarta …