POJOKSATU.id, MEDAN-Publik Medan pecinta PSMS dikagetkan dengan kabar mundurnya Ridwan Saragih dari kursi pelatih tim berjuluk Ayam Kinantan itu, Kamis, 5 Oktober 2023.

Ridwan Saragih mundur dari jabatan pelatih PSMS setelah Joko Susilo dkk meraih kemenangan perdana 3-1 lawan PSDS Deliserdang, ini adalah poin sempurna pertama dari tiga laga awal PSMS di Liga 2 musim ini.

Meski, disebutkan Ridwan Saragih mundur dari jabatan pelatih PSMS, tak sedikit juga yang menudingnya dipecat, setelah ramainya desakan itu dari suporter sebelum laga kontra PSDS di Stadion Teladan, pekan lalu.

Baca Juga: Breaking News! Ridwan Saragih Mundur dari Jabatan Pelatih PSMS Medan, Sosok Ini Penggantinya

Seperti apa cerita sebenarnya? Berikut wawancara Pojoksatu.id dengan Ridwan Saragih, Kamis 5 Oktober 2023. Dia mengungkap kronologis dirinya tak lagi di PSMS serta pesan untuk suporter yang tajam mengkritiknya beberapa waktu lalu.

Sebenarnya coach didepak atau mengundurkan diri dari PSMS?

Jadi saya kemarin sore, latihan di Pancing (Stadion Mini Dispora Sumut) untuk persiapan ke Padang (lawan Semen Padang). Malamnya, saya dihubungi oleh Pak Direktur Utama, dari hasil keputusan manajemen katanya mau mendatangkan Pelatih dari Jawa.

Arti katanya Pak Dirut berharap agar bisa bekerja sama di tim ini untuk PSMS Medan. Jadi saya bilang ke Pak Dirut sebentar saya kumpulkan staf pelatih dulu, nanti setengah jam saya kasih kabar.

Baca Juga: Prediksi Skor Liga Europa 6 Oktober: Liverpool vs Royal Union, Villarreal vs Rennes, Roma vs Servette

Saya kumpulkan staf pelatih, karena saya datang ke PSMS baik-baik dan keluar harus baik-baik. Saya sampaikan ke staf pelatih, saya mau mengundurkan diri.

Jadi alasan utama coach mundur karena ada pelatih lain, apakah tidak bisa bekerja sama seperti permintaan Dirut?

Saya lebih mengutamakan kepentingan PSMS. Artinya tidak mungkin satu kapal dua nakhoda, tidak baik. Saya harus mementingkan kepentingan yag lebih besar.

Kalau saya keluar tim ini bisa terjaga, kalau saya di dalam bisa dibayangkan dua sopir tidak baik untuk tim, karena target kita mau meloloskan PSMS ke Liga 1.

Apakah coach mengenal pelatih yang didatangkan manajemen?

Kebetulan pelatih yang didatangkan saya kenal baik juga, senior saya, abang saya. Coach Miftahuddin kemarin beliau menangani Persekat Tegal.

Setelah mengambil keputusan bulat untuk mundur dari pelatih PSMS, apa yang coach sampaikan ke para asisten pelatih?

Saya sampaikan harapan harapan saya agar staf pelatih melanjutkan perjuangan ini, jangan ikut berhenti. Para asisten saya sampaikan tetap profesional agar tujuan PSMS ke Liga 1 bisa tercapai. Terlepas dari itu, keputusan masing-masing lah.

Apakah coach sudah pamitan ke pemain?

Iya sudah. Untuk menjaga hubungan baik saya pamit undur diri melalui grup (WhatsApp). Karena pelatih yang baru sudah datang tadi malam.

Permintaan Pak Dirut kumpul pamit sama anak-anak, itu juga tidak baik. Jangan nanti terjadi pro kontra, jadi saya pamit undur diri saja di grup.

Baca Juga: Jadwal Liga Europa Malam Jumat Ini 5 Oktober, Pertandingan Mana yang Disiarkan SCTV?

Saya sampaikan ke pemain agar tetap semangat, tetap jaga kebersamaan. Artinya mereka harus profesional, jangan pernah keluar dari tujuan untuk meloloskan PSMS ke Liga 1.

Doa terbaik selalu dari saya, karena mereka adik-adik saya, pemain-pemain saya, saya yang pilih mereka untuk berbuat di sini (PSMS).

Soal desakan mundur dari suporter sebelum menang dari PSDS, apakah itu memperkuat keputusan coach untuk hengkang?

Saya enggak merasa tertekan, saya tidak suka medsos, saya tidak buka-buka medsos, tidak baca-baca komen, enggak merasa tertekan, baik-baik saja.

Alhamdulillah, maaf tim ini dari masa persiapan hingga hari ini tidak pernah kalah. Mungkin orang enggak mau hitung masa persiapan, terserah tapi sebagai pelatih saya harus punya catatan sendiri soal progres.

Mungkin kalau kita tarik mundur lima tahun ke belakang, kapan sih PSMS tidak pernah kalah dan enggak pernah kebobolan (di masa persiapan)? Dan di liga kita baru kebobolan tiga, dan dari hasil perhitungan saya dari masa persiapan sampai liga kita memasukkan 56 gol.

Kalau mau bilang saya minim strategi, terserahlah. Tapi saya menorehkan sejarah di Indonesia dari masa persiapan dan sampai sekarang, boleh cek tim lain.

Dengan catatan yang coach punya selama di PSMS, dan akhirnya manajemen mendatangkan pelatih lain, sejujurnya kecewakah?

Enggak, saya enggak kecewa, biasa saja. Enggak ada masalah, karena saya pikir itu gelombang kehidupan, saya kerja, kerja saja, sudah ada Allah yag atur.

Setelah tak lagi di PSMS, apa rencana coach ke depan? Sudah ada tawaran klub lain?

Sudah banyak klub yang menghubungi saya, saya tolak. Saya pengen cooling down dulu, saya ingin fokus sama keluarga, kasihan anak-anaku juga. Saya mau jalan-jalan ke Bali bawa anak-anak.

Kalau sampai tadi alam sudah ada tiga klub yang menawarkan. Ada yang menelpon jam setengah 12 malam, padahal saya belum ada ngomong apa-apa, sama siapa-siapa, cuma pamit ke manajemen.

Terakhir, untuk suporter PSMS, apa pesan coach?

Mari kita bergandengan tangan support ini tim PSMS. Kalau kalian cinta, sayang ke PSMS, apapun itu, dukung PSMS.

Demikianlah wawancara dengan Ridwan Saragih yang mundur dari kursi pelatih PSMS setelah hanya memimpin tiga laga Ayam Kinantan di Liga 2 musim ini. ***