POJOKSATU.id, PSMS Medan resmi menggaet Nil Mizar sebagai pelatih baru tim berjuluk Ayam Kinantan itu untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim kompetisi 2024/2025.

Nil Maizar menjadi tumpuan baru pecinta PSMS untuk tim ini bisa meraih prestasi di kancah nasional. Terakhir kali, tim kebanggaan Medan ini mengangkat trofi adalah Piala Kemerdekaan tahun 2015.

Bersama Nil Maizar, PSMS juga diharapkan bisa kembali ke Liga 1 setelah 'puasa' berada di level utama kompetisi tanah air sejak 2018.

Lalu, bagaimana tanggapan Nil Maizar usai resmi jadi pelatih PSMS Medan? Berikut wawancara pelatih asal Sumatera Barat dengan Pojoksatu.id.

Baca Juga: Profil Nil Maizar, Pelatih Baru PSMS Medan untuk Liga 2 Musim 2024/2025

Wawancara dilakukan via WhatsApp, karena pria kelahiran 1970 itu sedang berada di Tanah Suci.

1. Mengapa mau ke PSMS, Coach, setelah melanglang buana ke Dewa United dan Persiba. Apa pertimbangannya?

Jawaban : Pertimbangan pertama PSMS adalah sebuah tim dengan nama besar, bahkan punya jejak historis yang sangat mengesankan di jagat sepak bola Indonesia.

Harusnya tim ini ada di level elit. Liga kasta tertinggi rasanya belum lengkap, tanpa ada mereka di dalamnya.

Dengan reputasi seperti itu, ini seperti sebuah tantangan yang menarik bagi saya untuk bisa membantu mereka ke level tertinggi itu.

2. Apa harapan/target untuk PSMS yang sudah lama tak berprestasi, coach?

Jawaban : Manajemen punya target yang jelas, bahwa musim ini PSMS punya target lolos ke Liga 1. Sebagai seorang profesional, pastinya saya harus paralel dengan target tersebut.

Tugas saya adalah bekerja keras untuk membuat tim ini bisa kompetitif di kompetisi nanti dan target itu bisa terwujud.

 

3. Bagaimana soal skuad PSMS? Ingin tim/pemain seperti apa di skuat Ayam Kinantan coach?

Jawaban : Membentuk sebuah tim yang kompetitif, tentu banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah karakter tim yang sudah terbangun selama ini.

PSMS punya brand sebagai sebuah tim yang petarung, fighting spirit tinggi, dan keras dalam artian yang positif.

Saya mungkin akan mempertahankan karakter itu, tapi tentu dengan pendekatan yang berbeda. Karena setiap pelatih pasti punya style yang berbeda-beda.

Untuk itu, saya pastinya membutuhkan pemain-pemain yang bisa menunjang agar karakter PSMS itu tetap terlihat. Tak kalah pentingnya, saya akan sangat selektif mengambil pemain dan sesuai kebutuhan tim. Bagaimanapun proses building team adalah kunci yang akan mementukan prospek tim ke depan.

4. Kapan Tepatnya Coach akan ke Medan?

Jawaban : Perkiraan saya ke Medan mungkin awal bulan depan, sekitar tanggal 10 Juli, sepulangnya saya melaksanakan ibadah haji. Sebelum ke Medan tentu saya akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk mulai pekerjaan saya di Medan.

5. Apa yang mau disampaikan ke supporter PSMS yang sudah haus prestasi, Coach?

Pastinya ada kerinduan para suporter PMS melihat tim kesayangan mereka kembali berlaga di kasta tertinggi. Tim seperti PSMS seharusnya tak layak berlama-lama di Liga 2, karena habitat mereka itu sejatinya adalah Liga 1.

Namun begitu, untuk membuat tim ini kompetitif, tentunya butuh proses dan keja keras. Karena itu, dalam bertugas nanti saya mengharapkan support dan dukungan dari para pendukung tim, dan masyarakat Kota Medan umumnya.

Bagi saya PSMS adalah tim yang sangat spesial, Kota Medan adalah kota yang sangat tidak asing dalam perjalanan karir di sepakbola , baik semasa jadi pemain maupun pelatih. Saya menyebutnya sebagai salah satu kota sepakbola di Indonesia.

Saya punya banyak teman dan sejawat di kota ini, dan saya juga sudah sangat sering bekerja sama dengan pemain-pemain asal Medan atau Sumatra Utara umumnya di tim-tim saya sebelumnya. Mudah-mudahan itu bisa membantu saya dalam bertugas di tim ini nantinya. Terima Kasih. ***