POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai menyiapkan perubahan besar pada wajah kota melalui penataan trotoar yang lebih modern, fungsional, dan ramah bagi semua pengguna.

Pemko Medan mendorong transformasi besar dalam penataan trotoar di sejumlah ruas jalan utama.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa pembangunan trotoar ke depan tidak lagi dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan tiap kawasan.

Baca Juga: Pasien Membludak, RSUD Pirngadi Medan Tambah Kapasitas dan Siapkan Gedung Baru di Peringatan Hari Ginjal Sedunia

Menurutnya, pendekatan ini penting agar infrastruktur yang dibangun benar-benar fungsional dan memiliki nilai estetika.

Rico Waas menilai sudah saatnya kualitas trotoar di Kota Medan ditingkatkan.

Ia ingin trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga menjadi bagian dari wajah kota yang nyaman dan menarik.

Baca Juga: Info GTK Belum Valid Meski Sudah April? Ini Analisis Mendalam Penyebab dan Cara Mempercepat Terbitnya SKTP

“Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik,” tegasnya.

Konsep trotoar ke depan akan mengintegrasikan berbagai elemen pendukung, mulai dari ruang hijau, pencahayaan, hingga akses bagi penyandang disabilitas.

Dengan konsep ini, trotoar diharapkan menjadi ruang publik yang hidup dan inklusif.

Selain itu, aspek teknis seperti material dan sistem drainase juga menjadi perhatian agar trotoar lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.

Baca Juga: Dua Opsi Penyelamatan Pilot dan Kru AS yang Ditembak Jatuh di Iran, Bak Skenario Film Hollywood

Pemko Medan juga menekankan pentingnya desain yang fleksibel. Setiap ruas jalan akan dirancang berbeda, menyesuaikan kondisi lapangan, termasuk lebar jalan, kebutuhan parkir, hingga aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Langkah ini diambil untuk menghindari kesalahan pembangunan yang kerap terjadi akibat desain yang dipaksakan seragam.

Rico Waas juga mengingatkan agar proyek tidak dikerjakan terburu-buru tanpa perencanaan matang.

Menurutnya, pembangunan yang tergesa justru berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam dari Trump dan Ogah Ikut Mediasi di Islamabad, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Karena itu, setiap titik penataan diminta dirancang secara detail agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Adapun sejumlah ruas jalan yang akan menjadi prioritas penataan trotoar antara lain Jalan HM Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, hingga kawasan Jalan Masjid Raya dan Istana Maimun. ***