POJOKSATU.id, KARO - Viral di media sosial Instagram, wisata Puncak Siosar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) terbengkalai. Padahal dahulu kawasan wisata ini termasuk tujuan wisatawan dari luar daerah.
Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat perosotan yang dulunya berwarna-warni kini berubah menjadi pink pudar, dan ditumbuhi rumput liar.
Tak hanya itu, berbagai fasilitas umum di lokasi wisata itu pun tempak tak terawat dan dipenuhi semak belukar disekelilingya.
Baca Juga: Terobos Palang Pintu, Pemotor di Karawang Tertabrak Kereta Api, Motor Ancur
"Dulu viral sekarang terbengkalai, hancur ditinggalkan wisatawan. rumputnya tumbuh di perosotan, semak. Bunga-bunganya tertutup oleh semak-semak. Penginapannya itu entah ada entah enggak yang nginap di sini. Nih kawan-kawan kalau mau lihat, hancur semuanya udah jelek," ujar pengunggah video seperti yang dikutip Pojoksatu.id, di @seputaranbinjai, Jumat (26/4/2024).
Terkait hal ini, Kadis Pariwisata Karo Munar Ginting mengakui adanya pengurangan pengunjung sejak akhir 2023 lalu.
"Memang sekarang pengunjung berkurang yang berwisata ke Siosar. Udah sejak dari akhir 2023 lalu," ungkap Munar.
Baca Juga: DPRD Jabar Harapkan Ranperda Penyelenggaraan Pertanian Organik Dapat Melindungi Petani dan Peternak
Munar menyebutkan bahwa merosotnya pengunjung ke Puncak Siosar lantaran penetapan harga mulai dari makanan hingga spot foto yang membuat pengunjung merogoh kocek cukup dalam.
"Setiap wahana dan spot foto bagi anak-anak ataupun orang tua dia buat berbayar lagi oleh si pengusaha. Namun, saya ada dapat informasi mereka semena-mena, sesuka hati bahkan membuat harga makanan di luar perkiraan," tuturnya.
Terkait hal ini, Munar mengakui sudah mencoba menghubungi pihak pengelola, namun belum mendapatkan respons positif. Namun begitu, ia turut merencanakan untuk melakukan diskusi untuk membangun kembali kejayaan wisata di Puncak Siosar ini.
"Kemarin juga saya sudah diingati oleh Bu Bupati agar menegur pengelola agar tidak membuat harga sesuka hati. Saat pengunjung ramai, mereka buat harga sesuka hatinya. Namun ketika saya hubungi wakil pengelolanya belum bisa dihubungi, akhirnya terus makin menurun. Saya juga punya rencana untuk mencari waktu berdiskusi (dengan pengelola)," ujarnya.
Dilihat dari postingan Instagram, bahwa ramai warganet memberikan respon mereka terkait terbengkalainya wisata Puncak Siosar tersebut:
"Sok-sokan sih, dikit-dikit bayar, orang pun malas ke sini, rasaiiin..." ujar akun @ivo***
Baca Juga: Webcam Js Error Saat Daftar CPNS di Portal SSCASN, Cek Di Sini Cara Mengatasinya!
"Mahal dan pungli, dulu pas ramai-ramainya kurang ramah tamah," kata akun @djer***
"Pernah ke sana 2 kali, langsung punya kenangan tidak enak. Masuk ke taman bayar, foto bayar, masuk taman lain bayar lagi. Padahal kita udah bayar tiket masuk harga mahal. Oke kalau permainannya dibayar, ini cuma numpang lewat ke taman pun bayar," ujar @gom***
Baca Juga: Tak Hanya Berdampak Negatif, Ini Manfaat Media Sosial Bagi Pengguna yang Bijak
"Orang mending wisata ke Aceh, kalau enggak ke Sumbar," kata akun @bang***

