POJOKSATU.id, TEBING TINGGI - Viral di media sosial seorang petugas Puskesma di Kota Tebing Tinggi mengamuk kepada seorang warga yang ingin berobat.
Dalam video yang beredar terlihat seorang perempuan petugas puskesmas mengenakan batik marah kepada pasien.
"Enak aja bilang kepala kau... kepala kau," katanya dengan nada tinggi.
Ditambahkannya, juga meski pasien harus tetap mengikuti peraturan yang berlaku.
Baca Juga: Bedah Buku Hitam Prabowo di Padang Diminta Dihentikan, Penulis Sebut Ada Penyusup
Diketahui ternyata, perseteruan antara petugas dengan pasien ini terjadi di Puskesmas Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi yang didapat, perseteruan terjadi lantaran pasien tidak membawa kartu BPJS saat hendak berobat.
Awalnya, pasien meminta untuk dilayani terlebih dahulu dengan membawa KTP dan kartu tunjangan pasien.
Setelah ditelusuri ternyata pasien tersebut bernama Abdullah Sani Hasibuan.
Berdasarkan kronologi dari Abdullah Sani, bahwa keributan tersebut terjadi pada Kamis (18/1/2024) lalu.
"Dari subuh saya sudah muntah-muntah, entah asam lambung naik. Terus istri saya ajak berobat ke Puskesmas Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtiggi," tutur Abdullah Sani seperti dikuti Pojoksatu, Selasa (23/1/2024).
Sani mengatakan, ia dan isterinya datang ke Puskesmas Tanjung Marulak sekitar pukul 08.30 WIB untuk berobat. Ia membawa kartu berobat yang dikeluarkan oleh puskesmas tersebut dan KTP.
Baca Juga: Tega Buang Bayi Laki-Laki di Medan Barat, Perempuan ini Ditangkap Polrestabes Medan
Sani memang mengakui, jika dirinya tidak membawa kartu BPJS ke puskesmas tersebut.
Meski begitu, dirinya tetap yakin bisa berobat karena sebelumnya ia pernah mengurus kacamata di Puskesmas Tanjung Marulak itu.
"Jadi saya langsung duduk di poli. Istri saya yang ke loket pendaftaran untuk berobat di Puskesmas itu,"
"Tiba-tiba istri saya bilang, gak bisa berobat kalau gak pakai Kartu BPJS. Terus saya bilang, KTP kan ada. Pakai itu (KTP) kan juga bisa berobat," ujarnya.
Mengetahui dirinya tidak bisa berobat, Sani kemudian mendatangi loket pendaftaran dan menanyakan perihal alasannya.
Hanya saja, setelah ditanyakan, petugas pendaftaran puskesmas tetap tidak mengizinkan dirinya berobat.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkap Dirinya yang Pertama Kali Membantu Saipul Jamil saat Diamankan Polsek Tambora
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanjung Marulak di Kota Tebingtinggi, dr Kurniadinata angkat bicara soal adanya video viral yang memperlihatkan pegawainya menolak pasien yang tak memiliki BPJS Kesehatan.
Dr Kurnia mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang rapat.
Setelah mendengar kabar, dirinya pun memintai keterangan pegawainya soal aksi penolakan warga tanpa BPJS Kesehatan tersebut.
Baca Juga: Sosok Siti Mauliya sebagai Salah Satu Bintang Pelajar di SMK Informatika Bina Generasi 3 Bogor
"Jadi setelah dimintai keterangan, ternyata warga tersebut hanya membawa kartu berobat. Beliau tidak punya kartu BPJS dan tidak bawa KTP. Tidak seluruhnya seperti video yang beredar," kata dr. Kurnia.
Padahal menurut Kurnia, bila yang bersangkutan tidak memiliki BPJS, layanan kesehatan tetap bisa diterima asal membawa KTP untuk meyakinkan tenaga kesehatan mengambil langkah medis.
Sebab untuk melakukan tindakan diperlukan identitas yang jelas.
Diterangkan Kurnia, dengan adanya kartu identitas, pihaknya bisa melihat apakah penyakit pasien/warga menular atau membutuhkan penanganan serius.
Selain itu puskesmas bisa meyakinkan bahwa warga yang diperiksa sesuai dengan identitas, bukan untuk orang lain. ***

