POJOKSATU.ID, NIAS - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi, kali ini dari Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut).
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh keluarga dekatnya, yaitu nenek, kakek, hingga tantenya.
Korban mengalami penyiksaan fisik dan juga dipaksa tinggal di kandang ayam.
Kisah anak perempuan ini menjadi viral di media sosial usai ia memberanikan diri lari dari rumah tersebut.
Baca Juga: Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK 2024 Tahap 2 Maju? Wakil Kepala BKN Beri Bocoran Tanggalnya!
Saat bersembunyi, ia menceritakan kepada warga sekitar tentang penyiksaan yang dialaminya selama ini, hingga akhirnya kisah pilu ini viral di media sosial.
Warga baru menyadari betapa tragisnya nasib anak itu setelah kasus ini viral. Selama ini, mereka melihat anak tersebut tidur di kandang ayam, bahkan saat kandang tersebut masih berisi ayam.
"Kami sering melihatnya tidur di kandang ini, bukan hanya saya mengatakan ini. Banyak warga yang sering melihat," ungkap salah seorang warga setempat dengan memperlihatkan kandang tersebut, dalam video singkat dilihat Pojoksatu.id, Selasa (28/1/2025).
Baca Juga: MOHON MAAF! Lulus PPG Ternyata Tidak Menjamin TPG Langsung Cair, Cek Dulu Nih Alurnya!
Diketahui anak tersebut telah berpisah dari orang tuanya. Ayah dan ibunya telah bercerai dan merantau ke luar pulau. Ia kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya, namun justru menjadi korban kekerasan.
Anak perempuan tersebut menjadi korban kekerasan oleh nenek, kakek, tante, dan bapak udanya sendiri.
"Kedua orangtuanya telah bercerai dan pergi merantau ke luar Nias. Anak itu dititip ke keluarga dekat orangtuanya," ujar Humas Polres Nias Selatan, Bripda M Diwan Hulu.
Kasus ini akan diusut tuntas oleh pihak kepolisian, tim dari Polsek Lolowau sedang melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
"Kapolres sudah menurunkan tim untuk mendalami kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Kapolres menegaskan akan mengusut tuntas dan mengungkap fakta yang sebenarnya," ujar Diwan.
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Nias Selatan langsung turun untuk menangani kasus tersebut.
AKBP Ferry Mulyana Sunarya membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikologis guna memulihkan kondisi mentalnya. ***

