POJOKSATU.id, PANYABUNGAN-- Siswi kelas 2 SD di Malintang, inisial NAL, ditemukan meninggal dengan kondisi tak wajar di belakang rumahnya, Kamis (1/10) sekira pukul 11.00 WIB.

Update terbaru Polres Mandailing Natal (Madina), peristiwa meninggalnya siswa SD di Kecamatan Bukit Malintang ini dalam proses penyelidikan dan penyebab kematian menunggu hasil autopsi.

“Kejadian itu memang benar. Cuma untuk penyebab (kematiannya) untuk kepastiannya masih diselidiki, masih dalam penyelidikan,” ujar Staf Humas Polres Madina Bripka Roy Manurung, Sabtu (3/10).

Baca Juga: Dokumen KUAPPAS Belum Diterima, Paripurna DPRD Madina Diwarnai Interupsi Wabup dan Aksi Walk Out

Disebutkan, jenazah korban saat ini masih dalam proses autopsi di rumah sakit. Untuk kepastian kapan hasil autopsi keluar, merupakan kewenangan dari rumah sakit.

Dikatakan Roy Manurung, untuk laporan polisi (LP) resmi dari pihak keluarga korban belum diterima Polres Madina atau Polsek Siabu.

“Kasus ini ditangani Polsek Siabu dan Satreskrim Polres Madina,” jelasnya.

Diketahui, korban adalah putri dari Nur Ainun dan ayahnya sedang berada di Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan laporan resmi Kapolsek Siabu, Iptu Ahmad Juli Nasution SH, peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (01/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga: Dimutasi Kapolri Baru, Sosok Irjen Ahrie Sonta Nasution Eks Ajudan Prabowo Ditunjuk Kadivkum Polri

Korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri, FSNL (5), yang melihat korban dalam kondisi tergantung di pohon jeruk yang sudah kering di area belakang rumah mereka.

Mendengar jeritan sang anak, ibu kandung korban, NA (30), langsung berlari ke belakang rumah dan mendapati korban dalam kondisi mengenaskan.

Saksi lain bernama MY (23) datang ke lokasi kemudian membantu melepaskan kain yang menjerat leher korban.

Korban sempat dilarikan warga menggunakan sepeda motor ke Puskesmas Bukit Malintang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, pihak dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Personil Polsek Siabu yang dipimpin oleh Aiptu Naamuddin Siregar bersama jajaran langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencatat, serta menginterogasi saksi-saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis (visum luar) yang dilakukan oleh dr Syaida Maysarah Panjaitan dari Puskesmas Bukit Malintang, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Kendati demikian, tim medis menemukan adanya bekas jeratan berukuran 27 cm x 1 cm yang membentang dari ujung daun telinga kiri hingga ujung telinga kanan melintasi bagian leher depan korban.

Keterangan sementara dari kepolisian menyatakan korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Meski hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan gantung diri tanpa adanya unsur kekerasan lain, pihak keluarga korban memilih untuk mengambil langkah hukum lanjutan.***